<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710515">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI INTERAKSI NEGATIF TERHADAP KEBERADAAN   MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS) DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KECAMATAN KUALA PESISIR, KABUPATEN NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IKHWAL  FURQAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Interaksi negatif antara monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan petani sawit di Kecamatan Kuala Pesisir semakin meningkat seiring dengan perubahan lanskap dan berkurangnya habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk interaksi negatif, menganalisis penyebab terjadinya, serta mengetahui dampak yang dialami petani akibat keberadaan monyet ekor panjang di perkebunan kelapa sawit rakyat. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2025 di Desa Kuala Baro dan Desa Padang Rubek menggunakan metode wawancara mendalam dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling serta observasi lapangan partisipatif. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk interaksi negatif utama: perusakan Tandan Buah Segar (TBS) dengan pola konsumsi parsial (66,7 persen di Kuala Baro; 53,3 persen di Padang Rubek), kerusakan vegetatif berupa pematahan pelepah dan tunas muda (33,3 persen di Kuala Baro; 26,7 persen di Padang Rubek), serta gangguan terhadap aktivitas kerja dan keselamatan petani (20,0 persen di Padang Rubek). Penyebab utama konflik adalah ketersediaan pakan melimpah di kebun sawit (53,3 persen di Kuala Baro; 40,0 persen di Padang Rubek) yang dipicu oleh berkurangnya habitat alami akibat fragmentasi hutan (46,7 persen di Kuala Baro; 33,3 persen di Padang Rubek). Monyet menunjukkan perilaku adaptif dengan datang pada pagi (07.00–09.00) dan sore hari (16.00–18.00) untuk menghindari aktivitas petani. Dampak yang ditimbulkan bersifat multidimensional meliputi penurunan hasil panen TBS sebesar 10–15 persen di Kuala Baro dan 10–30 persen di Padang Rubek, peningkatan biaya operasional, kehilangan waktu kerja, perubahan pola kerja, serta tekanan psikologis berupa rasa waspada berlebihan dan ketakutan. Metode penanganan yang diterapkan petani masih bersifat tradisional dan reaktif, didominasi oleh penggunaan alat fisik (40,0% di Kuala Baro; 46,7 persen di Padang Rubek) dan metode berbasis suara (33,3 persen di Kuala Baro; 26,7 persen di Padang Rubek), namun efektivitasnya terbatas karena monyet menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik merupakan konsekuensi dari ketidakseimbangan ekologis akibat transformasi lanskap dan ketergantungan ekonomi masyarakat pada perkebunan sawit, sehingga memerlukan strategi mitigasi komprehensif yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710515</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:51:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:52:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>