<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710511">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS STABILITAS LERENG TERHADAP PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN DI KAWASAN BENDUNGAN RAJUI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>THAARIQ ZIAD MARDHATILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada daerah dengan topografi yang curam dan curah hujan tinggi. Pada bulan Mei 2025 terjadi kelongsoran di kawasan Bendungan Rajui yang terletak di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh. Melihat dari peningkatan intensitas curah &#13;
hujan dalam beberapa tahun terakhir, maka diperlukan analisis stabilitas lereng terhadap perubahan pola curah hujan, untuk mengidentifikasi potensi resiko terjadi longsor pada lereng lainnya di kawasan tersebut di masa depan. Lokasi studi merupakan dua lereng bekas longsor di kawasan Bendungan Rajui. Analisis pada penelitian ini menggunakan Plaxis 2D dengan metode elemen hingga sebagai dasar perhitungan. Data yang digunakan adalah data parameter tanah, data geometri kemiringan lereng, dan data curah hujan. Analisis dilakukan pada dua kondisi, yaitu kondisi eksisting lereng dan kondisi akibat perubahan pola curah hujan. Analisis pada kondisi kedua dilakukan dengan beberapa variasi, terdiri dari dua durasi waktu setelah hujan, tiga durasi waktu curah hujan, dan dua variasi intensitas curah hujan. Hasil analisis pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa kedua lereng yang ditinjau merupakan lereng labil dan kritis pada kondisi eksisting dengan nilai faktor keamanan sebesar 1,042 pada titik I dan 1,242 pada titik II. Hasil analisis akibat perubahan pola curah hujan menunjukkan bahwa peningkatan durasi hujan menyebabkan penurunan nilai faktor keamanan dan tekanan air pori. Sedangkan peningkatan durasi setelah terjadi hujan menyebabkan peningkatan nilai faktor keamanan dan penurunan tekanan air pori. Nilai faktor keamanan terendah akibat perubahan pola curah hujan adalah sebesar 1,021 pada titik I dan 1,223 pada titik II. Sedangkan nilai faktor keamanan tertinggi yang didapatkan adalah sebesar 1,035 pada titik I dan 1,232 pada titik II.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710511</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:49:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 11:16:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>