<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710485">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERFORMA TCP BBR DAN UDP QUIC PADA JARINGAN 5G MMWAVE DENGAN VARIASI JARAK DAN OBSTACLE GEDUNG TEKNIK USK MENGGUNAKAN NS-3</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZACKY AL-FAROUQ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak — Jaringan 5G pada pita gelombang milimeter (mmWave) menyediakan kapasitas sangat tinggi, namun kinerjanya sangat peka terhadap perubahan kondisi kanal jalur pandang langsung (LOS) dan tanpa jalur pandang langsung (NLOS) akibat penghalang, sehingga membutuhkan protokol transport yang adaptif. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan kinerja TCP BBR dan trafik QUIC-like berbasis UDP pada jaringan 5G mmWave menggunakan simulator ns-3 melalui simulasi ujung ke ujung pada empat lintasan di lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala, yaitu BTS A–Titik A, BTS A–Titik B, BTS B–Titik A, dan BTS B–Titik B. Skenario menggunakan model kanal 3GPP UMi Street Canyon, pengguna bergerak dengan kecepatan 10 m/s, serta penghalang gedung yang memicu fase LOS–NLOS–LOS, dengan variasi ukuran penyangga RLC sebesar 5 MB dan 50 MB. Trafik QUIC-like dimodelkan sebagai sumber UDP hidup-mati dengan laju tinggi yang dikendalikan laju, sedangkan TCP BBR menggunakan aplikasi pengiriman massal. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik rata-rata laju data, rata-rata waktu bolak-balik, kehilangan paket, dan ukuran antrean. Hasil menunjukkan trafik QUIC-like secara konsisten menghasilkan rata-rata laju data lebih tinggi pada seluruh skenario, yaitu 5,70–38,58 Mbps, sedangkan TCP BBR berada pada kisaran 0,75–1,95 Mbps. Rata-rata waktu bolak-balik berada pada kisaran 71,89–125,14 ms untuk QUIC-like dan 53,99–109,76 ms untuk BBR. Pada metrik kehilangan paket, QUIC-like mencatat jumlah paket hilang sekitar 17,56 juta, jauh lebih besar dibanding BBR yang berada pada kisaran 2,3–5,8 ribu. Selain itu, ukuran antrean QUIC-like jauh lebih besar dengan nilai maksimum 8.388.450 byte, sedangkan BBR hanya mencapai maksimum 14.540 byte. Variasi ukuran penyangga RLC memberikan pengaruh kuat pada QUIC-like namun tidak selalu searah antar lintasan, sedangkan pada BBR pengaruhnya relatif terbatas. Temuan ini menegaskan adanya kompromi antara laju data, latensi, dan keandalan pada kanal mmWave yang dinamis, sehingga pemilihan protokol dan konfigurasi penyangga RLC perlu disesuaikan dengan kebutuhan layanan dan pola LOS/NLOS di lingkungan kampus.&#13;
Kata kunci: 5G, gelombang milimeter, TCP BBR, QUIC-like, UDP, ns-3, LOS/NLOS, laju data, waktu bolak-balik, kehilangan paket, ukuran antrean, penyangga RLC.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710485</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:24:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:56:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>