<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710471">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MODEL PENELUSURAN BANJIR DENGAN SOLUSI PERSAMAAAN SAINT VENANT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FAZRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelusuran banjir (flood routing) merupakan metode untuk memperkirakan perubahan debit aliran dari bagian hulu menuju bagian hilir. Metode penelusuran banjir terdapat dua pendekatan yaitu secara hidrologi dan hidraulika. Penelitian ini menggunakan pendekatan hidraulika melalui model persamaan Saint Venant. Persamaan Saint Venant merupakan persamaan diferensial parsial nonlinier, sehingga penyelesaiannya dilakukan secara numerik menggunakan metode beda hingga skema MacCormack. Solusi yang diperoleh menghasilkan profil debit (Q), kedalaman (h), dan kecepatan aliran (u) yang stabil serta akurat. Stabilitas solusi dijamin melalui pemenuhan syarat CFL &lt; 1, sementara keakuratan divalidasi dengan galat keseimbangan massa yang kecil dibawah&#13;
1%. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa pada titik x=25 km debit puncak terjadi pada jam ke-7,5 sebesar 95 m^3/s. Pada x=50  km debit puncak terjadi pada jam ke-12 sebesar 87 m^3/s . Pada x=75 km debit puncak terjadi pada jam ke-17 sebesar 80 m^3/s. Hasil yang diperoleh ini dibandingkan dengan model gelombang kinematik dan difusi memberikan informasi hidraulika yang lebih komprehensif, mampu merepresentasikan dinamika inersia dan gesekan, serta menjaga konservasi massa dengan galat yang sangat kecil.&#13;
&#13;
Kata kunci: Penelusuran Banjir, Persamaan Saint Venant, konservasi, Metode Beda&#13;
Hingga, Skema MacCormack&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710471</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:13:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:16:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>