<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710451">
 <titleInfo>
  <title>PEMBINAAN TERHADAP ANAK BINAAN YANG MELARIKAN DIRI DARI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAFITRI ANGRAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembinaan bagi anak binaan merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian anak agar dapat kembali ke lingkungan sosial dengan baik. Tahapan-tahapan pembinaan bagi anak sendiri diatur dengan seksama oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia yaitu Pasal 48 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan, pembinaan tersebut haruslah bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Meskipun begitu pada kenyataannya Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Banda Aceh terdapat kasus pelanggaran yaitu anak binaan yang melarikan diri dari proses pembinaan dan LPKA Banda Aceh belum memiliki program pembinaan khusus yang sesuai.&#13;
&#13;
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses pembinaan, kendala yang dihadapi dan upaya yang diterapkan LPKA terhadap anak binaan yang melarikan diri dari LPKA Kelas II Banda Aceh.&#13;
&#13;
Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dengan responden dan informan. Data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan membaca referensi atau literatur yang berkaitan dengan objek penelitian.&#13;
&#13;
Hasil dari penelitian dalam menjalankan pembinaan anak yang melarikan diri dari LPKA akan dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain yang dianggap memiliki sistem keamanan lebih tinggi atau lebih ditekankan kegiatan keagamaannya, namun kendala dalam melaksanakan pembinaan berasal dari faktor internal lingkungan dan kesiapan petugas serta faktor eksternal seperti fasilitas yang kurang memadai dan kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga. Dalam upaya yang dilakukan LPKA untuk mengatasi masalah anak yang melarikan diri yaitu berupa keterlibatan orang tua atau wali asuh dan sistem asesmen risiko awal pada anak binaan.&#13;
&#13;
Disarankan untuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan agar dapat lebih memperhatikan jumlah pengalokasian petugas maupun anggaran untuk menunjang peningkatan sarana maupun prasarana di LPKA Kelas II Banda Aceh dan diharapkan LPKA Banda Aceh agar dapat menguatkan sistem asesmen bagi anak untuk memantau perkembangan dan mencegah risiko melarikan diri serta meningkatkan peran keluarga dalam memberikan dukungan psikologis bagi anak binaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710451</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:00:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:45:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>