<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710379">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS UNJUK KERJA HYDROGEN FUEL CELL DENGAN SIMULASI SIMULINK MATLAB</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nanang Abdul Karim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hydrogen fuel cell merupakan teknologi konversi energi yang ramah lingkungan serta menjanjikan karena mampu menghasilkan energi listrik dengan efisiensi tinggi dan emisi yang sangat rendah. Salah satu jenis yang banyak dikembangkan adalah Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC), yang beroperasi pada temperatur relatif rendah (50 – 80 °C) dan memiliki kepadatan daya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi unjuk kerja PEMFC melalui metode simulasi menggunakan perangkat lunak MATLAB/Simulink. Model simulasi dibangun berdasarkan prinsip elektrokimia sel bahan bakar dengan parameter utama yang dianalisis meliputi arus, tegangan, daya, dan temperatur stack. Simulasi dilakukan pada tiga variasi temperatur operasi, yaitu 60 °C, 70 °C, dan 80 °C, untuk mengkaji pengaruh temperatur terhadap karakteristik performa sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada suhu 60 °C sistem menghasilkan arus maksimum sekitar 280 A dengan tegangan berkisar antara 342–492 V, dan daya listrik puncak mencapai 95–137 kW dengan variasi yang cukup besar. Pada suhu 70 °C, arus maksimum meningkat hingga 276 A dengan tegangan operasi 347–492 V, dan daya listrik puncak mencapai sekitar 95–135 kW dengan peningkatan kestabilan operasi. Pada suhu 80 °C, sistem menghasilkan arus maksimum sekitar 272 A dengan tegangan berkisar antara 351-492 V, dan daya listrik puncak mencapai 95-133 kW. Hasil ini menunjukkan bahwa, selama sistem manajemen termal mampu menjaga kestabilan suhu, peningkatan temperatur operasi berdampak signifikan pada peningkatan kinerja PEMFC. Oleh karena itu, simulasi ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan dan optimalisasi sistem PEMFC berbasis hidrogen.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710379</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 19:09:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:37:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>