<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710367">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEKUATAN TEKAN DAN DENSITAS BATU BATA RAKYAT DARI PABRIK PRODUKSI DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmad Khanafi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Batu bata merah merupakan material bangunan yang banyak digunakan karena ketersediaan bahan baku yang melimpah dan biaya produksi yang relatif rendah. Akan tetapi, proses produksi batu bata rakyat yang masih bersifat tradisional sering mengakibatkan variasi kualitas, terutama pada sifat mekanik dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas batu bata rakyat yang diproduksi di Aceh Besar berdasarkan parameter kuat tekan, kuat lentur, dan densitas, serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar SNI, dan standar pengujian yang digunakan adalah ASTM C67. Sampel batu bata diperoleh dari lima pabrik produksi dengan variasi posisi di dalam tungku pembakaran, yaitu bagian bawah, tengah, atas, samping kanan, dan samping kiri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan batu bata berada pada rentang 2,52–9,21 MPa, kuat lentur 1,11–2,10 MPa, dan densitas 1,55–1,82 g/cm³. Nilai tertinggi umumnya diperoleh pada batu bata dari bagian bawah tungku. Variasi hasil ini menunjukkan bahwa distribusi panas selama proses pembakaran berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepadatan dan kekuatan batu bata. Secara umum, sebagian batu bata rakyat telah memenuhi persyaratan SNI, namun peningkatan pemerataan pembakaran masih diperlukan untuk memperoleh kualitas yang lebih seragam dan andal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BRICKS - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DENSITY</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710367</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 18:08:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:12:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>