<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710355">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN DURASI DAN PERAMALAN FENOMENA ENSO:</title>
  <subTitle>PENDEKATAN COX PROPORTIONAL HAZARDS DAN ARIMAX VARIASI KALENDER TERHADAP INDEKS ONI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aura Nashuha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena El Niño dan La Niña merupakan bagian dari variabilitas iklim global yang berdampak terhadap kondisi iklim regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi kejadian El Niño dan La Niña serta melakukan peramalan Oceanic Niño Index (ONI). Data yang digunakan berupa ONI bulanan yang diklasifikasikan berdasarkan kategori ENSO (El Niño dan La Niña) serta tingkat kekuatannya. Analisis durasi kejadian dilakukan menggunakan metode Kaplan–Meier dan regresi Cox Proportional Hazards dengan kovariat kategori ENSO dan tingkat kekuatannya. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan durasi kejadian antar kategori dan tingkat kekuatan ENSO. Kejadian dengan tingkat kekuatan yang lebih kuat cenderung memiliki durasi yang lebih panjang. Berdasarkan kurva Kaplan–Meier, kejadian La Niña lemah memiliki median durasi sekitar lima bulan. Selanjutnya, peramalan ONI dilakukan menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (ARIMAX) dengan variabel eksogen berupa variasi kalender. Evaluasi model peramalan dilakukan dengan membagi data ke dalam periode in-sample dan out-sample menggunakan rasio 80:20. Model terbaik yang diperoleh adalah ARIMAX(2,1,9) dengan nilai MAPE sebesar 32,15% yang termasuk dalam tingkat akurasi cukup. Hasil peramalan untuk periode Oktober 2025 hingga Februari 2026 menunjukkan kondisi La Niña lemah yang diperkirakan berlangsung selama sekitar lima bulan, sejalan dengan hasil analisis durasi. Secara keseluruhan, kombinasi analisis survival dan peramalan deret waktu berbasis ARIMAX mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai dinamika ENSO.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710355</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 17:42:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 10:50:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>