DAMPAK PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI SAWANG BIDUAK BURUAK (SBB) TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA PADANG BAKAU, KECAMATAN LABUHAN HAJI, ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DAMPAK PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI SAWANG BIDUAK BURUAK (SBB) TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA PADANG BAKAU, KECAMATAN LABUHAN HAJI, ACEH SELATAN


Pengarang

OVIA ANJELITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ira Manyamsari - 198026052014012101 - Dosen Pembimbing I
Monalisa - 197702022008122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ovia Anjelita. 2105102010014. Dampak Pengembangan Objek Wisata Pantai Sawang Biduak Buruak (SBB) Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Di Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Di bawah bimbingan Ibu Ira Manyamsari selaku pembimbing ketua dan Ibu Monalisa selaku pembimbing anggota
RINGKASAN
Penelitian ini mengkaji dampak pengembangan objek wisata Pantai Sawang Biduak Buruak (SBB) terhadap pendapatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Latar belakang penelitian didasarkan pada perubahan kondisi kawasan wisata yang sebelumnya masih terbatas fasilitas dan kunjungannya cenderung didominasi masyarakat sekitar, sehingga pendapatan UMKM relatif kecil. Sejak pengembangan dilakukan (ditandai penambahan sarana rekreasi dan penataan kawasan), pantai mulai ramai terutama pada akhir pekan dan hari libur. Kondisi ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui usaha kuliner dan layanan pendukung wisata, meskipun memunculkan persoalan seperti persaingan antarpedagang, kebersihan, dan ketergantungan pendapatan pada jumlah pengunjung.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengembangan objek wisata SBB serta menjelaskan dampaknya terhadap pendapatan UMKM. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada Juni 2025 melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari 10 pelaku UMKM di kawasan SBB, dilengkapi informan kunci (Keuchik Desa Padang Bakau) dan informan tambahan (pengunjung) untuk memperkuat informasi. Analisis data mengikuti tahapan Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan), disertai pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber/teknik. Data pendapatan UMKM diperoleh berdasarkan keterangan informan, karena sebagian pelaku usaha belum memiliki pembukuan rinci.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan objek wisata SBB lebih dominan memberikan dampak positif terhadap pendapatan UMKM karena mendorong peningkatan kunjungan dan memperluas peluang usaha lokal. Penguatan pengelolaan fasilitas, kebersihan, serta peningkatan kapasitas UMKM (inovasi produk dan pelayanan) dibutuhkan agar manfaat ekonomi lebih stabil dan berkelanjutan.

Kata Kunci: Pengembangan Objek Wisata, Pantai Sawang Biduak Buruak, Pendapatan UMKM, Pariwisata Pesisir, Desa Padang Bakau.

Ovia Anjelita. 2105102010014. The Impact of the Development of the Sawang Biduak Buruak (SBB) Beach Tourist Attraction on the Income of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Padang Bakau Village, Labuhan Haji District, South Aceh. Under the guidance of Mrs. Ira Manyamsari as the head advisor and Mrs. Monalisa as the member advisor. SUMMARY This study examines the impact of the development of the Sawang Biduak Buruak Beach tourist attraction on the income of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Padang Bakau Village, Labuhan Haji District, South Aceh. The research background is based on changes in the condition of the tourist area, which previously had limited facilities and tended to be dominated by local residents, resulting in relatively low income for MSMEs. Since the development (marked by the addition of recreational facilities and area development), the beach has become busier, especially on weekends and holidays. This situation has opened up new economic opportunities for residents through culinary businesses and tourism support services, although it has raised issues such as competition between vendors, cleanliness, and the dependence of income on the number of visitors. This study aims to describe the development of the SBB tourist attraction and explain its impact on the income of MSMEs. The approach used was descriptive qualitative. Data collection was conducted in June 2025 through observation, in-depth interviews, and documentation. The primary informants consisted of 10 MSMEs in the SBB area, supplemented by a key informant (the Keuchik of Padang Bakau Village) and additional informants (visitors) to strengthen the information. Data analysis followed the stages of Miles and Huberman (data reduction, data presentation, conclusion drawing), with data validity checked through source/technique triangulation. MSME income data was obtained based on informant information, as some business owners did not maintain detailed bookkeeping. Overall, this study concludes that the development of the SBB tourist attraction predominantly has a positive impact on MSME income by encouraging increased visits and expanding local business opportunities. Strengthening facility management, cleanliness, and increasing MSME capacity (product and service innovation) are needed to ensure more stable and sustainable economic benefits. Keywords: Tourism Object Development, Sawang Biduak Buruak Beach, MSME Income, Coastal Tourism, Padang Bakau Village.

Citation



    SERVICES DESK