HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN TINGKAT KEPARAHAN NEUROPATI DIABETIK PADA RNPASIEN DIABETES MELITUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN TINGKAT KEPARAHAN NEUROPATI DIABETIK PADA RNPASIEN DIABETES MELITUS


Pengarang

Ryky Samuel - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nanda Ayu Puspita - 198011092006042002 - Dosen Pembimbing I
Juwita - 198306272010122006 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010072

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Neuropati diabetik merupakan gangguan neurodegenerative pada sistem saraf yang
menyerang akson sensorik, otonom, atau menyerang ke akson motorik dengan
manifestasi yang sangat bervariasi dan bergantung pada sistem saraf yang terlibat
(sensorik atau motorik perifer). Hemoglobin A1c (HbA1C) merupakan indikator
penting untuk pemantauan kadar glukosa dan menilai kontrol glikemik jangka
panjang selama 2–3 bulan terakhir yang dapat digunakan sebagai parameter untuk
memprediksi komplikasi mikrovaskular, termasuk Neuropati Diabetik Perifer
(NDP). Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar
HbA1C dengan tingkat keparahan neuropati diabetik pasien diabetes melitus di
Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Penelitian analitik observasional
kuantitatif dengan desain cross sectional ini melibatkan 30 pasien dengan diabetes
melitus yang dipilih secara consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan
data rekam medis dan kuisioner wawancara langsung menggunakan kuisioner
Neuropathy Symptom Score (NSS) dan dianalisis dengan uji Spearman’s rho. Hasil
menunjukkan mayoritas pasien usia 51-60 tahun (30%), perempuan (63,3%), kadar
HbA1c >9% (66,6%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c
menderita dengan tingkat keparahan neuropati perifer diabetik pada pasien DMT2 (p
= 0,100 , r = 0,306) namun, terlihat tren peningkatan HbA1c berdanding lurus dengan
tingkat keparahan neuropati diabetik
Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Neuropati Diabetik, Kadar HbA1c, Tingkat
Keparahan

Diabetic neuropathy is a neurodegenerative disorder of the nervous system that affects sensory, autonomic, or motor axons, presenting with highly variable manifestations depending on the neural structures involved (peripheral sensory or motor fibers). Hemoglobin A1c (HbA1c) is an important indicator for monitoring glucose levels and assessing long-term glycemic control over the previous 2–3 months, and it can be used as a parameter to predict microvascular complications, including Peripheral Diabetic Neuropathy (PDN). This study aims to determine the relationship between HbA1c levels and the severity of diabetic neuropathy among patients with diabetes mellitus at the Teaching Hospital of Syiah Kuala University. This was an analytical observational quantitative study with a cross-sectional design involving 30 patients with diabetes mellitus selected through consecutive sampling. Data were collected using medical records and direct interview questionnaires and analyzed using Spearman’s rho test. The results showed that the majority of patients were aged 51–60 years (30%), female (63.3%), and had HbA1c levels >9% (66.6%). There was no significant relationship between HbA1c levels and the severity of diabetic peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus (p = 0.100, r = 0.306). However, a trend was observed indicating that higher HbA1c levels tended to be associated with greater neuropathy severity. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Diabetic Neuropathy, HbA1c Levels, Severity

Citation



    SERVICES DESK