<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710237">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN VARIASI ALAT SEDUH DAN LAMA WAKTU PENYEDUHAN KOPI ARABIKA GAYO LONGBERRY TERHADAP WARNA DAN KEKENTALAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miratul Husna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi alat seduh dan lama waktu penyeduhan kopi arabika gayo longberry terhadap warna dan kekentalan (viskositas). Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang melibatkan dua faktor utama yaitu jenis alat seduh (Tubruk, French Press, dan Eva Solo) serta waktu seduh (2, 4, dan 6 menit), masing-masing dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Warna seduhan diukur menggunakan Colorimeter, sedangkan kekentalan (viskositas) diukur menggunakan Viskometer Oswald serta preferensi konsumen terhadap warna, aroma dan rasa yang dievaluasi melalui uji organoleptik menggunakan skala hedonik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut apabila terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa baik jenis alat seduh maupun waktu penyeduhan memberikan pengaruh signifikan terhadap warna dan kekentalan (viskositas) kopi. Metode French Press yang diseduh selama 6 menit menghasilkan seduhan dengan tingkat kekentalan tertinggi dan intensitas warna paling pekat dibandingkan metode penyeduhan lainnya. Meskipun kedua faktor menunjukkan pengaruh signifikan, hasil analisis tidak menunjukkan adanya pengaruh interaksi antara alat seduh dan waktu seduhan terhadap parameter penelitian. Sementara itu, hasil uji organoleptik mengindikasikan metode seduh Eva Solo dengan waktu seduh selama 4 menit memperoleh tingkat kesukaan tertinggi dari panelis, terutama dari segi rasa dan warna. Sedangkan metode seduh Tubruk pada waktu seduhan 4 menit memperoleh Tingkat kesukaan tertinggi untuk aroma. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan alat seduh dan waktu penyeduhan tidak hanya memengaruhi karakteristik fisik kopi, tetapi juga preferensi konsumen, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengembangan metode penyeduhan yang lebih optimal untuk menghasilkan citarasa kopi yang berkualitas. &#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Kopi Arabika Gayo Longberry, Variasi Alat Seduh, Lama Waktu Penyeduhan, Warna Kopi, Kekentalan, Uji Organoleptik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - COMMERCIAL PROCESSING - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>663.93</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710237</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 15:40:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 16:00:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>