<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710227">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EKSTRAK DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) TERHADAP VIABILITAS STREPTOCOCCUS MUTANS ATCC 25175 DENGAN METODE TIME-KILL ASSAY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FATIH NAUFAL MUMTAZ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karies gigi merupakan salah satu penyakit rongga mulut yang paling banyak ditemukan dan berkaitan erat dengan aktivitas Streptococcus mutans, yaitu bakteri Gram positif yang mampu membentuk biofilm dan menghasilkan asam sehingga menyebabkan demineralisasi email gigi. Chlorhexidine gluconate dikenal sebagai agen antibakteri gold standard dalam kedokteran gigi, namun penggunaan jangka panjangnya dapat menimbulkan efek samping seperti pewarnaan gigi dan gangguan pengecapan, sehingga diperlukan alternatif antibakteri berbahan alam. Daun kari (Murraya koenigii) merupakan tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, polifenol, dan tanin, yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak daun kari terhadap viabilitas Streptococcus mutans menggunakan metode time-kill assay. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post-test only control group. Ekstrak daun kari dibuat dengan metode maserasi dan diuji pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%, kemudian dipaparkan pada suspensi Streptococcus mutans ATCC 25175 selama 30 detik, 1 menit, dan 2 menit. Viabilitas bakteri diukur menggunakan microplate reader berdasarkan nilai optical density setelah inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dan lamanya waktu paparan berhubungan dengan penurunan viabilitas Streptococcus mutans. Dengan demikian, ekstrak daun kari berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dalam upaya pencegahan karies gigi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710227</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 15:36:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 16:02:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>