MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK DI PAUD BUNGONG SEURUNE ACEH BESAR. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK DI PAUD BUNGONG SEURUNE ACEH BESAR.


Pengarang

Safira Istiqamah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bahrun - 195908241987021001 - Dosen Pembimbing I
Rahmi - 198111192023212020 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104210003

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemukannya permasalahan dalam kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar, dalam menjaga keseimbangan dan kesulitan dalam menggunakan tangan kanan dan kiri. Pada usia 5-6 tahun, menurut Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) anak sudah dapat melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan, serta terampil menggunakan tangan kanan dan kiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional egrang batok di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu setiap siklus mencakup 4 tahapan dengan jumlah subjek 8 orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan perkembangan kemampuan motorik kasar anak. Simpulan dari penelitian ini yang telah dilakukan dari siklus I dan siklus II dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional egrang batok di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) guru memperkenalkan kepada anak media permainan tradisional egrang batok, (2) guru menjelaskan aturan-aturan secara sederhana sebelum bermain egrang batok, (3) guru mencontohkan cara bermain egrang batok kepada anak, (4) guru meminta serta mendampingin anak untuk berdiri dan mencoba berjalan di atas egrang batok, (5) guru meminta serta mendampingi anak untuk menarik tali egrang batok dengan gerakan bergantian antara tangan kanan dan kiri, (6) guru mengatur dan membiasakan anak untuk bermain secara bergiliran, (7) guru menanyakan perasaan anak setelah melakukan permainan egrang batok. Setelah dilakukan tindakan sebanyak 2 siklus dapat memperoleh hasil bahwa meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional egrang batok di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar terlihat bahwa terdapat 5 orang anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 3 orang anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB).

This study was motivated by the identification of problems in the gross motor skills of children aged 5–6 years at PAUD Bungong Seurune, Aceh Besar, particularly in maintaining balance and difficulties in using the right and left hands. At the age of 5–6 years, according to the Standards of Child Development Achievement Level (STPPA), children are expected to perform coordinated body movements to develop flexibility, balance, and agility, as well as to skillfully use both the right and left hands. The purpose of this study was to improve children’s gross motor skills through the traditional egrang batok game at PAUD Bungong Seurune, Aceh Besar. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method conducted in two cycles, with each cycle consisting of four stages. The subjects of the study were eight children. Data were collected through observation of teacher activities and the development of children’s gross motor skills. The findings from Cycle I and Cycle II indicated that the implementation of the traditional egrang batok game improved children’s gross motor skills through several stages: (1) introducing the egrang batok game to the children, (2) explaining the rules of the game in a simple manner, (3) demonstrating how to play the game, (4) assisting children to stand and walk on the egrang batok, (5) guiding children to pull the ropes alternately using the right and left hands, (6) organizing turn-taking during the activity, and (7) asking children about their feelings after playing the game. After the implementation of two cycles, the results showed that five children reached the category of Developing as Expected (BSH), while three children reached the category of Very Well Developed (BSB). It can be concluded that the traditional egrang batok game effectively improved the gross motor skills of children aged 5–6 years at PAUD Bungong Seurune, Aceh Besar.

Citation



    SERVICES DESK