<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710197">
 <titleInfo>
  <title>PEMENUHAN HAK SIPIL ANAK PADA KLASTER PELINDUNG KHUSUS KOTA LAYAK ANAK (KLA) STUDI KASUS ANAK PUTUS SEKOLAH DARI PERKAWINAN TIDAK TERCATAT DI DESA NEHEUN, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>EVI ASWIDA FITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penelitian ini berjudul Pemenuhan Hak Sipil Anak pada Klaster Pelindung Khusus Kota Layak Anak, khususnya Anak Putus Sekolah dari Perkawinan Tidak Tercatat di Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan hak sipil anak, khususnya anakanak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat, serta mengidentifikasi faktor-faktor  yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam,&#13;
observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparat desa, anak-anak, remaja, serta instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak&#13;
sipil anak di Desa Neuheun masih belum optimal. Banyak anak dari perkawinan tidak tercatat yang tidak memiliki akta kelahiran maupun Kartu Identitas Anak&#13;
(KIA), sehingga mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan hukum. Faktor penghambat utama adalah rendahnya&#13;
kesadaran orang tua terhadap pentingnya dokumen kependudukan, lemahnya kondisi ekonomi keluarga, serta kuatnya budaya masyarakat yang masih&#13;
memandang wajar praktik perkawinan anak. Selain itu, peran pemerintah desa dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dalam&#13;
mendampingi desa juga belum maksimal, serta koordinasi antar lembaga terkait masih lemah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat disfungsi sosial&#13;
dalam implementasi Kota Layak Anak (KLA), di mana tujuan utama kebijakan untuk melindungi anak justru terhambat oleh fungsi laten berupa marginalisasi anak&#13;
dari perkawinan tidak tercatat. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Hak Sipil Anak, Kota Layak Anak, Perkawinan Tidak Tercatat, Desa&#13;
Neuheun&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710197</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 14:49:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 15:37:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>