<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710183">
 <titleInfo>
  <title>UJI KEEFEKTIFAN SERBUK BUAH SIRIH HUTAN (PIPER ADUNCUM) DENGAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA TERHADAP SITOPHILUS ZEAMAIS DI PENYIMPANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LINGGA SYAHRUL HASPIN MAKHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bahan industri. Namun, hasil panen jagung sering mengalami penurunan kualitas dan kuantitas akibat serangan hama gudang Sitophilus zeamais selama penyimpanan. Hama ini menyebabkan biji jagung berlubang, menurunkan bobot dan daya kecambah benih, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan hasil hingga 100% jika tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendalian ramah lingkungan yang dapat diterapkan adalah penggunaan pestisida nabati, seperti buah sirih hutan (Piper aduncum), yang mengandung senyawa aktif piperin, tanin, flavonoid, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai racun kontak, racun perut, dan penolak serangga. Permasalahan yang sering muncul adalah keefektifan bahan nabati sering menurun seiring lamanya penyimpanan, sehingga perlu diketahui waktu simpan terbaik agar tetap efektif sebagai insektisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan serbuk buah sirih hutan dengan lama penyimpanan yang berbeda terhadap S. zeamais pada biji jagung di penyimpanan. &#13;
	Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2024 sampai dengan selesai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 5 perlakuan yaitu kontrol, penyimpanan serbuk selama 0,15, 30 dan 45 hari, masing-masing dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya repelensi, mortalitas imago, lama dan jumlah F1 yang muncul, persentase kerusakan biji, Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan serbuk buah sirih hutan tidak berpengaruh terhadap daya repelensi, mortalitas, jumlah F1, dan kerusakan biji jagung. Nilai repelensi tertinggi diperoleh pada serbuk 15 dan 30 hari sebesar 57,50%, pada 0 hari 47,50%, menandakan bahwa serbuk baru dibuat dan disimpan sampai dengan 30 hari kandungan senyawa aktif masih stabil dan efektif. Jumlah F1 paling sedikit ditemukan pada penyimpanan 45 hari (0,25 imago), sedangkan kontrol menunjukkan populasi tertinggi (11,5 imago). Persentase kerusakan biji jagung tertinggi terdapat pada kontrol (12,33%), dan terendah pada penyimpanan 0 hari (1,33%), yang membuktikan bahwa serbuk buah sirih hutan mampu menekan aktivitas makan dan perkembangan hama.&#13;
	Secara keseluruhan, serbuk buah sirih hutan terbukti efektif dalam menekan populasi S. zeamais serta mengurangi kerusakan biji jagung di penyimpanan. Lama penyimpanan memengaruhi efektivitasnya, dengan hasil terbaik diperoleh pada penyimpanan hingga 0 – 30 hari. Dengan kandungan senyawa bioaktif yang bersifat racun kontak, repelensi, dan penghambat reproduksi, buah sirih hutan berpotensi besar sebagai insektisida nabati ramah lingkungan yang dapat dijadikan alternatif pengganti pestisida kimia dalam pengendalian hama gudang jagung.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710183</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 14:06:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 15:12:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>