<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710173">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) TERHADAP VIABILITAS CANDIDA ALBICANS ATCC 10231 DENGAN METODE TIME KILL ASSAY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cahya Dwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Candida albicans merupakan jamur yang secara normal hidup sebagai flora komensal di rongga mulut, namun dapat berkembang berlebihan dan menyebabkan kandidiasis oral ketika keseimbangan mikrobiota terganggu. Penatalaksanaan kandidiasis oral umumnya menggunakan obat kumur antimikroba sebagai terapi adjuvan, salah satunya adalah chlorhexidine gluconate (CHX). Meskipun demikian, penggunaan CHX dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti pewarnaan gigi (staining), sehingga diperlukan alternatif antijamur berbahan alami. Ekstrak etanol daun kari (Murraya koenigii) mengandung alkaloid, flavonoid, dan terpenoid yang berpotensi sebagai alternatif agen antijamur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post-test only control group yang bertujuan untuk menilai viabilitas C. albicans ATCC 10231 setelah paparan ekstrak etanol daun kari konsentrasi 3,125%, 6,25%, dan 12,5%, serta kontrol positif CHX 0,2%, pada waktu paparan 30 detik, 1 menit, dan 2 menit. Viabilitas dinilai berdasarkan nilai optical density (OD) pada panjang gelombang 600 nm menggunakan ELISA reader. Hasil analisis statistik uji Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu paparan berpengaruh signifikan terhadap viabilitas C. albicans (p=0,001), sedangkan interaksi antara konsentrasi dan waktu paparan tidak signifikan (p=0,473). Hasil uji lanjutan Tukey HSD menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok konsentrasi dan antar kelompok waktu paparan (p=0,001). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kari efektif menurunkan viabilitas C. albicans dengan efektivitas yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi dan waktu paparan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710173</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 13:43:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 15:09:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>