<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710167">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS STRATEGI PEMANFAATAN LIMBAH PADAT DARI PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PTPN IV REGIONAL II PKS PAGAR MERBAU)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAISYA NADRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II Pagar Merbau merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri kelapa sawit dengan produk utama berupa Crude Palm Oil (CPO). Proses produksi CPO menghasilkan limbah padat berupa tandan kosong, serat, cangkang, dan lumpur yang hingga saat ini penanganannya belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemanfaatan limbah padat yang tepat melalui penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis limbah padat yang dihasilkan dari proses produksi CPO, mengkaji kondisi penanganan limbah padat CPO yang ada, serta menentukan strategi prioritas pemanfaatan limbah padat di PTPN IV Regional II Pagar Merbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat yang dihasilkan meliputi tandan kosong, cangkang, serat, dan lumpur. Penanganan limbah padat yang diterapkan saat ini masih belum maksimal, ditandai dengan pemanfaatan limbah yang terbatas, kurangnya peran aktif pimpinan dan karyawan dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta terjadinya penumpukan limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan pabrik. Berdasarkan analisis metode AHP, diperoleh empat kriteria strategi pemanfaatan limbah padat CPO, yaitu efektivitas terhadap lingkungan, kelayakan regulasi, teknologi pengolahan limbah, dan efisiensi biaya. Kriteria prioritas tertinggi adalah efektivitas terhadap lingkungan dengan bobot 0,34 (34%) diikuti dengan alternatif strategi pemanfaatan limbah padat prioritas adalah pengolahan limbah menjadi kompos dengan bobot 0,35 (35%).&#13;
	&#13;
Kata kunci : Analytical hierarchy process (AHP), strategi pemanfaatan limbah padat, PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II Pagar Merbau.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 13:10:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 15:14:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>