<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710121">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH TEKANAN EXHAUST TERHADAP DISTRIBUSI POLA ALIRAN UDARA DAN VISUALISASI CO₂  DI RUANG ISOLASI BERTEKANAN NEGATIF MENGGUNAKAN SIMULASI CFD DAN EKSPERIMEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AL FIKRI MAULIANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tekanan pada exhaust dan konfigurasi penempatannya berpengaruh besar terhadap distribusi pola aliran udara serta efektivitas ventilasi dalam ruang isolasi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh variasi tekanan exhaust dan posisi penempatannya terhadap karakteristik aliran udara pada dua model ruang isolasi, yaitu model aktual di Laboratorium Riset Inovatif dan Produktif (RISPRO) dan model rekomendasi hasil modifikasi. Pada model pertama, tekanan pada Exhaust 1 dan Exhaust 2 diatur sebesar -20 Pa, sedangkan kecepatan udara pada Inlet 1 dan Inlet 2 masing-masing 1,7 m/s dan 4,2 m/s. Sementara itu, model rekomendasi menerapkan tekanan -10 Pa pada Exhaust 1 dan 2, -20 Pa pada Exhaust 3, serta kecepatan udara 2 m/s pada Inlet 1-3 dan 0,2 m/s pada Inlet 4. Analisis pada model pertama melibatkan perbandingan hasil simulasi dan eksperimen menggunakan visualisasi aliran CO₂, dengan pengukuran kecepatan di lima titik pada ketinggian berbeda di depan exhaust dan sepuluh titik lain pada ketinggian tetap 1,0 m dengan jarak horizontal bervariasi. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan tekanan exhaust memengaruhi pola sirkulasi udara dan efektivitas penyerapan CO₂. Model pertama cenderung menimbulkan area penumpukan gas, sedangkan model rekomendasi menampilkan pola resirkulasi yang lebih stabil dan efisien. Secara keseluruhan, model rekomendasi menawarkan peningkatan performa ventilasi melalui pengaturan tekanan dan konfigurasi exhaust yang lebih optimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710121</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 12:05:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 14:33:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>