<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710087">
 <titleInfo>
  <title>KADAR SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS SITOKIN SPESIFIK SEBAGAI PENANDA BIOLOGIS PADA TUBERKULOSIS LATEN DAN AKTIF :</title>
  <subTitle>SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>miss salwa sanman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas global. Salah satu aspek krusial dalam upaya pengendalian TB adalah kemampuan untuk membedakan Tuberkulosis laten dari Tuberkulosis aktif, karena perbedaan kondisi ini sangat menentukan strategi pengobatan. Metode diagnosis konvensional seperti Tes Kulit Tuberkulin (TST) dan Interferon Gamma Release Assay (IGRA) memiliki keterbatasan, terutama dalam membedakan LTBI dan ATB secara akurat. Pada ATB, dominasi sitokin  pro-inflamasi seperti IFN-γ dan TNF-α penting untuk aktivasi makrofag, sedangkan LTBI didominasi sitokin anti-inflamasi seperti IL-10 yang mendukung persistensi bakteri. Perbedaan ini mencerminkan mekanisme imunologis kedua kondisi dan dapat membantu pengembangan alat diagnostik baru dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi untuk mendeteksi TB secara akurat. Penelitian ini dilakukan dengan tinjauan secara sistematis terhadap literatur terkait angka sensitivitas dan spesifisitas sitokin terhadap M. tuberculosis sebagai penanda biologis untuk membedakan LTBI dari ATB. Dari 9 artikel yang dimasukkan dalam penelitian ini, didapatkan sitokin seperti CCL8, CXCL9 dan IL-15 serta IL-32 menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang baik. Selain itu, kombinasi beberapa sitokin seperti (CCL8 + CXCL9) dan (IL-15 + IL-32) juga terbukti memiliki kinerja diagnostik yang baik dalam membedakan kedua kondisi tersebut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710087</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 11:27:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 11:41:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>