<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710081">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN DESAIN ALAT PENGKERIK TEBU SEMI MEKANIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ihsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tebu merupakan komoditas penting bagi industri pangan dan UMKM di Indonesia, terutama dalam produksi gula merah dan air tebu. Namun proses pengkerikan kulit tebu masih banyak dilakukan secara manual ataupun menggunakan alat sederhana yang kurang higienis, tidak stabil dan mudah berkarat. Kondisi ini menyebabkan kualitas hasil kerikan rendah, waktu pengerjaan lama, serta meningkatkan risiko kontaminasi pada produk pangan. Selain itu, meningkatnya permintaan tebu, terutama pada musim tertentu seperti bulan Ramadhan, menuntut proses pengolahan yang lebih cepat dan efisien. Oleh karena itu, pengembangan alat pengkerik tebu semi mekanis menjadi sangat urgensial untuk meningkatkan produktivitas, menjaga higienitas, serta memenuhi kebutuhan pelaku UMKM akan teknologi tepat guna yang aman dan efektif. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari mempelajari karakteristik tebu dari lokasi penelitian, dilanjutkan dengan pengukuran diameter dan panjang tebu, serta pengujian sifat mekanis seperti perhitungan konstanta pegas. Setelah itu dilakukan identifikasi masalah pada alat pengkerik tebu yang beredar di pasaran, kemudian penyusunan konsep desain baru menggunakan pendekatan fungsional dan struktural. Desain dibuat menggunakan perangkat lunak SolidWorks dan dilanjutkan dengan proses manufaktur komponen seperti mata pisau stainless steel, silinder stainless steel, dudukan plat baja, serta penyangga besi holo. Setelah alat dirakit, dilakukan uji fungsional, uji struktural, serta uji kinerja untuk mengukur kapasitas kerja dan efektivitas alat dalam mengerik batang tebu lurus maupun lengkung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengkerik tebu semi mekanis yang dikembangkan bekerja lebih efisien dan higienis dibandingkan metode manual. Penggunaan mata pisau stainless steel berbentuk lengkung radius 36 mm dan pegas dengan konstanta 1.635 N/m mampu menghasilkan kerikan yang halus, merata, serta menjaga tekanan pisau tetap stabil. Alat ini memiliki kapasitas kerja rata-rata 3,62 cm/detik atau sekitar 4,5 kali lebih cepat dibandingkan pengerikan manual yang hanya mencapai 0,8 cm/detik. Silinder stainless steel dan rangka besi holo memberikan kekokohan serta ketahanan terhadap karat, sehingga aman untuk produk pangan. Secara keseluruhan, alat ini mampu meningkatkan kualitas hasil kerikan, mempercepat proses kerja, dan sangat layak diterapkan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710081</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 11:19:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 11:20:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>