<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710057">
 <titleInfo>
  <title>UJI KINERJA ALAT DAN ERGONOMI OPERATOR PEMBUAT ALUR (FURROWER) DI LAHAN KERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAKHRIAL ZAKY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertanian di lahan kering memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait kondisi tanah yang keras, kadar air tanah yang rendah, serta keterbatasan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan tersebut. Salah satu tahapan penting dalam pengolahan tanah di lahan kering adalah pembuatan alur (furrow), yang berfungsi untuk penempatan benih, perbaikan tata air, serta mempermudah pertumbuhan tanaman dan mengetahui resiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji kinerja furrower, mengetahui resiko ergonomi operator, dan mengetahui beban kerja kualitatif dan diharapkan dapat diperoleh rekomendasi perbaikan kerja maupun metode penggunaan alat furrower yang lebih efektif, efisien, dan aman.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Jalan Beusare, Ulee Kareng yang dioperasikan oleh 2 operatar dengan kriteria berbeda menggunakan hand tractor apex900 dan alat pembuat alur (furrower). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi di lapangan. Parameter yang dianalisis meilputi kedalaman alur, lebar alur, kecepatan (V), kapasitas kerja aktual (KLA), kapasitas kerja teoritis (KLT), efeiensi (E), dan menegetahui resiko ergonomi menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA). &#13;
Berdasarkan analisa yang dilakukan pada pengoperasian alat furrower oleh masing – masing operator, hasil kecepatan yang diperoleh oleh operator 1 waktu untuk pengoperasian alat furrower per alur adalah 0,33 m/s. Waktu total yang dibutuhkan untuk pengoperasain alat yang diperoleh operator 1 adalah 1 menit 27,6 detik, dengan jarak per alur 9,03 m dan waktu yang dibutuhkan per alur adalah 27,20 detik, kapasitas kerja aktual yaitu 0,1332 ha/jam, kapatasitas kerja teoritis 0,1494, dan efisiensi kerja sebesar 89%. Sedangkan operator 2 memperoleh kecepatan pengoperasial alat furrower per alur adalah 0,18 m/s. Waktu total yang dibutuhkan operator 2 untuk pengoperasian alat pada keselurahan lahan adalah 2 menit 31,6 detik, dengan jarak per alur 9,03 m dan waktu yang dibutuhkan per alur adalah 47,88 detik, kapasitas kerja akual yaitu 0,0771 ha/jam, kapasitas kerj teoritis 0,1494 ha/jam, dan efisiensi kerja 51 %. Berdasarkan hasil perhitungan skor rata-rata REBA, elemen kerja Make, Hold, dan Turn yang dilakukan oleh operator 1masing-masing bernilai 9 dan 11 sehingga berisiko tinggi dan perlu dilakukan perubahan segera pada kondisi saat bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat membuat alur pada lintasan lurus dengan alat furrower merupakan pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan paling tinggi dan cedera yang tinggi pada operator. Sedangakan operator 2 level resiko yang paling tinggi pada elemen kerja Turn, yaitu pada saat gerakan manuver dengan seimbang pada saat berbelok dengan nilai 10 dan juga perlu dilakukan perubahan segera pada kondisi saat bekerja. Level risiko Turn merupakan risiko kecelakan paling tinggi dan cedera yang tinggi pada operator 2. Level risiko operator 2 paling rendah ditunjukkan oleh elemen kerja make yang memiliki nilai 5, sehingga tergolong pada risiko REBA sedang. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710057</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 10:30:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 10:42:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>