<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710015">
 <titleInfo>
  <title>ANALYSIS OF THE SCREENING OBLIGATIONS FOR ENVIRONMENTAL IMPACT ASSESSMENT UNDER THE BIODEVERSITY BEYOND NATIONAL JURISDICTION AGREEMENT AND INTERNATIONAL SEABED AUTHORITY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIFA TRIANA PUTRI NAFILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aktivitas manusia di kawasan di luar yurisdiksi nasional (ABNJ) semakin memberikan tekanan terhadap keanekaragaman hayati laut. Perjanjian Keanekaragaman Hayati di Luar Yurisdiksi Nasional (BBNJ) membentuk kerangka penilaian dampak lingkungan (EIA) dengan proses penyaringan (screening) untuk mencegah kerusakan. Sementara itu, Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA) di bawah UNCLOS mengatur EIA untuk penambangan laut dalam melalui prosedur dan standarnya sendiri. Isu utama terletak pada bagaimana aturan screening EIA milik ISA berinteraksi dengan aturan BBNJ, terutama bagi negara yang menjadi pihak BBNJ sekaligus menjadi sponsor di ISA.&#13;
&#13;
Penelitian ini membandingkan standar dan mekanisme screening dalam kerangka BBNJ dan ISA serta mengkaji implikasi hukum Perjanjian BBNJ terhadap sistem ISA, dengan fokus pada kesetaraan dan potensi harmonisasi.&#13;
&#13;
Dengan menggunakan metode hukum normatif, penelitian ini menganalisis Perjanjian BBNJ, UNCLOS, dan regulasi ISA untuk menilai kemungkinan harmonisasi antara kedua kerangka EIA dan mengidentifikasi kesenjangan dalam proses screening mereka.&#13;
&#13;
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Perjanjian BBNJ menyediakan sistem screening yang lebih terstruktur, transparan, dan mengikat secara hukum dibandingkan pendekatan administratif ISA, yang memberikan keleluasaan luas tanpa pedoman yang ketat. Dengan menekankan prinsip kehati-hatian, partisipasi, dan akuntabilitas, BBNJ mendorong pertimbangan lingkungan sejak tahap awal. Penerapan prinsip transparansi dan kehati-hatian dari BBNJ dapat memperkuat sistem ISA, mengurangi tumpang tindih, dan meningkatkan komitmen kolektif terhadap perlindungan laut di bawah UNCLOS.&#13;
&#13;
Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi standar screening serta penguatan kerja sama antara Badan Ilmiah dan Teknis (STB) BBNJ dan Komisi Hukum dan Teknis (LTC) ISA untuk memastikan konsistensi dan perlindungan keanekaragaman hayati laut yang terpadu di ABNJ.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710015</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 00:20:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 09:47:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>