<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709943">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR RESIKO DETERMINAN DIARE AKUT PADA ANAK USIA 6 BULAN - 5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KREUNG BARONA JAYA ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADIA RABIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diare akut masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak usia balita karena dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan tumbuh kembang, bahkan kematian. Berbagai faktor berperan dalam terjadinya diare pada anak, baik dari karakteristik anak, faktor ibu, maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko determinan kejadian diare akut pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 November–9 Desember 2025 dan didapatkan 101 sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank serta regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil menunjukkan diare akut paling banyak terjadi pada anak usia 24–59 bulan (58,3%), tidak ASI eksklusif (66,7%), imunisasi tidak lengkap (51,9%), MP-ASI baik (47,5%), sanitasi lingkungan baik (47,7%), ibu dengan pengetahuan baik (49,1%), dan ibu dengan tingkat pendidikan SMA (53,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan usia anak (p = 0,002), ASI eksklusif (p = 0,000), dan imunisasi dasar (p = 0,038) berhubungan bermakna dengan kejadian diare akut. Pemberian MP-ASI (p = 0,144), sanitasi lingkungan (p = 0,662), pengetahuan ibu (p = 0,665), dan tingkat pendidikan ibu (p = 0,196) tidak berhubungan dengan kejadian diare akut. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pemberian ASI Eksklusif merupakan faktor risiko determinan paling dominan terhadap kejadian diare akut (OR = 4,667; 95% CI: 2,016–10,805), diikuti oleh usia anak (OR = 4,400; 95% CI: 1,666–11,619) dan status imunisasi dasar (OR = 2,316; 95% CI: 1,041–5,150). Dengan demikian, usia anak, pemberian ASI Eksklusif, dan status imunisasi dasar merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian diare akut pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHILDREN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIARHEA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.324 7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 16:40:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-23 09:51:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>