HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJARNSEKOLAH MENENGAH ATASRNDI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJARNSEKOLAH MENENGAH ATASRNDI BANDA ACEH


Pengarang

TIRWIHAJ - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Budi Satria - 198111102014041001 - Dosen Pembimbing I
Husna Hidayati - 198403122023212045 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2212101010034

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kecanduan game online pada remaja merupakan permasalahan yang semakin meningkat seiring tingginya akses internet dan penggunaan gadget. Perilaku bermain game online secara berlebihan berpotensi menurunkan kemampuan remaja dalam berkomunikasi dan menjalin interaksi sosial dengan keluarga, teman sebaya, serta lingkungan sekitar. Kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan interaksi sosial pada remaja SMA di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 303 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Internet Gaming Disorder Scale–Short Form (IGDS9-SF) dan Social Interaction Anxiety Scale (SIAS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sebagian siswa memiliki tingkat kecanduan game online rendah (51,8%) dan interaksi sosial yang baik (50,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecanduan game online dengan interaksi sosial (p-value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa peningkatan kecanduan game online berhubungan dengan penurunan interaksi sosial remaja. Oleh karena itu, diperlukan peran sekolah dan orang tua dalam mengawasi serta mengedukasi penggunaan game online secara bijak dan menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung interaksi sosial siswa.

Online gaming addiction among adolescents is becoming more prevalent as a result of increased internet access and gadget use. Excessive online gaming behavior has the potential to reduce adolescents’ ability to communicate and interact socially with family, peers, and the surrounding environment. This condition has the potential to hinder adolescents’ social development. In this study, it aimed to find out the correlation between online gaming addiction and social interaction among high school adolescents in Banda Aceh. This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 303 students selected using proportionate stratified random sampling. Data collection was conducted using the Internet Gaming Disorder Scale–Short Form (IGDS9-SF) and Social Interaction Anxiety Scale (SIAS) questionnaires. Meanwhile, data analysis was performed using univariate and bivariate methods using the Chi-Square test. The results showed that more than half of the students had low levels of online gaming addiction (51.8%) and good social interaction (50.8%). Bivariate analysis showed a significant correlation between online gaming addiction and social interaction (p-value = 0.000). The conclusion of this study is that increased online gaming addiction is associated with decreased social interaction in adolescents. Therefore, schools and parents need to play a role in monitoring and educating students about the wise use of online games and providing extracurricular activities that support social interaction in students.

Citation



    SERVICES DESK