PENGARUH KEBIJAKAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA TERHADAP KEMISKINAN: KASUS RUMAH TANGGA DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KEBIJAKAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA TERHADAP KEMISKINAN: KASUS RUMAH TANGGA DI PROVINSI ACEH


Pengarang

FITRI GUSNIA WERTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sartiyah - 196610091992032002 - Dosen Pembimbing I
Riswandi - 197803072009121004 - Dosen Pembimbing II
Nazamuddin - 196104161987031002 - Penguji
Suriani - 197505062006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2201101010113

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi Pembangunan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.024

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Judul : Pengaruh Kebijakan Upah Minimum Kabupaten/Kota
Terhadap Kemiskinan: Kasus Rumah Tangga di
Provinsi Aceh
Penulis

: Fitri Gusnia Werti
NIM

: 2201101010113
Fakultas/Jurusan : Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Ekonomi Pembanguan
Pembimbing 1
: Dr. Sartiyah, S.E., M.Si.
Pembimbing II
: Riswandi, S.E., M.Ec., Ph.D
Konsentrasi
: Ekonomi Regional dan Perkotaan

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan Upah Minimum
Kabupaten/Kota (UMK) terhadap kemiskinan rumah tangga di Provinsi Aceh
dengan mempertimbangkan karakteristik sosial ekonomi rumah tangga. Penelitian
menggunakan data mikro SUSENAS tahun 2023 yang mencakup 13.398 rumah
tangga di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh, yang digabungkan dengan data
makro UMK, garis kemiskinan dan inflasi kabupaten/kota melalui pendekatan
macro–micro linkage. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier
berganda dengan pendekatan Linear Probability Model (LPM) serta efek tetap
kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan UMK berpengaruh
negatif terhadap kemiskinan rumah tangga di Provinsi Aceh. Selain itu, pendidikan
dan umur kepala rumah tangga serta kepemilikan aset berpengaruh negatif terhadap
kemiskinan. Jenis kelamin kepala rumah tangga berpengaruh positif terhadap
kemiskinan, sedangkan lokasi tempat tinggal berpengaruh negatif terhadap
kemiskinan yang menunjukkan bahwa rumah tangga dengan kepala laki-laki
memiliki probabilitas lebih tinggi untuk berada dalam kondisi miskin, sementara
rumah tangga yang tinggal di wilayah perkotaan memiliki probabilitas kemiskinan
yang lebih rendah dibandingkan rumah tangga perdesaan, dengan asumsi variabel
lain konstan. Analisis heterogenitas menunjukkan bahwa pengaruh kebijakan UMK
terhadap kemiskinan relatif homogen berdasarkan jenis kelamin kepala rumah
tangga dan terdapat heterogenitas yang jelas berdasarkan lokasi tempat tinggal, di
mana dampak kebijakan UMK lebih kuat pada rumah tangga perdesaan
dibandingkan perkotaan. Temuan ini menegaskan pentingnya perancangan
kebijakan UMK yang adaptif terhadap karakteristik wilayah dan terintegrasi dengan
peningkatan kualitas sumber daya manusia guna memperkuat upaya pengentasan
kemiskinan di Provinsi Aceh.
Kata kunci: Kemiskinan rumah tangga, Upah Minimum Kabupaten/Kota,
Susenas, Provinsi Aceh

ABSTRACT Title : The Effect of District/City Minimum Wage Policy on Poverty: The Case of Households in Aceh Province Author : Fitri Gusnia Werti NIM : 2201101010113 Faculty/Department : Faculty of Economics and Business/ Development Economics Supervisor 1 : Dr. Sartiyah, S.E., M.Si. Supervisor II : Riswandi, S.E., M.Ec., Ph.D Concentration : Regional and Urban Economics This study aims to analyse the impact of the District/City Minimum Wage (UMK) policy on household poverty in Aceh Province, taking into account the socioeconomic characteristics of households. The study uses microdata from the 2023 SUSENAS survey covering 13,398 households across all districts/cities in Aceh Province, combined with macro data on UMK, the poverty line, and district/city inflation through a macro-micro linkage approach. The analysis method used is multiple linear regression with a Linear Probability Model (LPM) approach and district/city fixed effects. The results show that the UMK policy has a negative effect on household poverty in Aceh Province. In addition, the education and age of the head of the household and asset ownership have a negative effect on poverty. The gender of the head of the household has a positive effect on poverty, while the location of residence has a negative effect on poverty, indicating that households headed by men have a higher probability of being poor, while households living in urban areas have a lower probability of poverty than rural households, assuming other variables are constant. The heterogeneity analysis shows that the impact of the minimum wage policy on poverty is relatively homogeneous based on the gender of the head of the household and there is clear heterogeneity based on place of residence, where the impact of the minimum wage policy is stronger on rural households than urban households. These findings emphasise the importance of designing UMK policies that are adaptive to regional characteristics and integrated with human resource development to strengthen poverty alleviation efforts in Aceh Province. Keywords: Household poverty, District/City Minimum Wage, Susenas, Aceh Province

Citation



    SERVICES DESK