STUDI LITERATUR PERAN WILAYATUL HISBAH DAN PECALANG DALAM MEMBINA NILAI-NILAI SOSIAL KEAGAMAAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI LITERATUR PERAN WILAYATUL HISBAH DAN PECALANG DALAM MEMBINA NILAI-NILAI SOSIAL KEAGAMAAN


Pengarang

FITRIA MILDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ruslan - 197602032003121001 - Dosen Pembimbing I
Ridayani - 198412012017032101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101010042

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fitria Milda. (2025). Studi Literatur Peran Wilayatul Hisbah dan Pecalang dalam Membina Nilai-Nilai Sosial Keagamaan. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Ruslan, S.Pd., M.Ed and Ridayani, S.H., M.H.

Salah satu bentuk nyata dari penguatan nilai-nilai terlihat dari adanya lembaga-lembaga lokal yang berperan dalam aspek sosial dan keagamaan, seperti Wilayatul Hisbah di Aceh dan Pecalang di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan peran Wilayatul Hisbah dalam membina nilai-nilai sosial keagamaan di masyarakat, 2) Mendeskripsikan peran Pecalang dalam menjaga dan membina nilai-nilai sosial keagamaan, 3) Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan peran Wilayatul Hisbah dan Pecalang dalam konteks pembinaan sosial keagamaan, 4) Mendeskripsikan tantangan yang dihadapi oleh Wilayatul Hisbah dan Pecalang dalam pelaksanaan peran mereka sebagai penjaga nilai-nilai sosial keagamaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan fokus pada dua wilayah, yaitu Aceh dan Bali. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Thematic analysis dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola atau tema melalui data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Wilayatul Hisbah merupakan institusi yang berperan sebagai pelaksana penegakan syariat Islam di Provinsi Aceh. Peran utama Wilayatul Hisbah tidak hanya sebatas dalam pengawasan pelaksanaan qanun, tetapi juga dalam membina masyarakat agar memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai sosial keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Pecalang merupakan lembaga adat tradisional yang unik di Bali. Fungsi utamanya adalah menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan keagamaan seperti upacara Galungan, Nyepi, dan Ngaben. 3) Peran Wilayatul Hisbah dan Pecalang sama-sama berkaitan erat dengan pengawasan terhadap perilaku sosial masyarakat yang dikaitkan dengan norma agama dan adat. Keduanya berfungsi sebagai garda depan dalam menjaga tatanan sosial yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal masing-masing. 4) Wilayatul Hisbah di Aceh menghadapi tantangan dalam bentuk minimnya pemahaman masyarakat tentang Qanun Syariat Islam, terutama di kalangan generasi muda. Tantangan serupa dihadapi Pecalang di Bali, khususnya terkait komersialisasi budaya yang berpotensi mengikis nilai-nilai religius dalam tradisi adat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Wilayatul Hisbah di Aceh dan Pecalang di Bali memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai sosial keagamaan di tengah masyarakat. Wilayatul Hisbah menjalankan perannya melalui pendekatan hukum formal berbasis qanun dan syariat Islam, sedangkan Pecalang bertugas menjaga ketertiban kerangka nilai-nilai adat dan agama Hindu Bali. Meskipun berada dalam konteks budaya dan keagamaan yang berbeda, keduanya menunjukkan komitmen kuat dalam membina kehidupan masyarakat agar selaras dengan norma sosial dan spiritual yang berlaku.

Kata Kunci: Peran, Wilayatul Hisbah (WH), Pecalang, Sosial, Keagamaan

A Literature Study on the Role of Wilayatul Hisbah and Pecalang in Fostering Socio-Religious Values. [Undergraduate Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Dr. Ruslan, S.Pd., M.Ed and Ridayani, S.H., M.H. One concrete form of strengthening values in society can be seen through the presence of local institutions that play significant roles in social and religious aspects, such as Wilayatul Hisbah in Aceh and Pecalang in Bali. This study aims to 1) Describe the role of Wilayatul Hisbah in fostering social and religious values within the community, 2) Describe the role of Pecalang in maintaining and fostering social and religious values in the context of Balinese customary society, 3) Identify the similarities and differences between the roles of Wilayatul Hisbah and Pecalang in social-religious development, 4) Describe the challenges faced by both institutions in carrying out their roles as guardians of social and religious values. The method used is a literature study focusing on two regions, Aceh and Bali. Observation data were analyzed using thematic analysis, aiming to identify patterns or discover themes from the data collected by the researchers. The results indicate that 1) Wilayatul Hisbah is an institution responsible for enforcing Islamic Sharia in Aceh Province. Its primary role extends beyond supervising the implementation of qanun to fostering the community’s understanding, internalization, and practice of social and religious values in daily life. 2) Pecalang, on the other hand, is a unique traditional customary institution in Bali, primarily responsible for maintaining security and order during religious ceremonies such as Galungan, Nyepi, and Ngaben. 3) The roles of both Wilayatul Hisbah and Pecalang are closely related to overseeing social behavior in accordance with religious and customary norms. Both institutions function as front-line guardians of social order based on the religious and cultural values of their respective communities. 4) Wilayatul Hisbah in Aceh faces challenges due to the limited understanding of the Qanun Sharia among the public, particularly among younger generations. Similar challenges are faced by Pecalang in Bali, especially concerning the commercialization of culture, which has the potential to erode religious values embedded in customary traditions. In conclusion, Wilayatul Hisbah in Aceh and Pecalang in Bali hold strategic roles as guardians of social and religious values within society. Wilayatul Hisbah executes its role through formal legal approaches based on qanun and Islamic Sharia, while Pecalang maintain order within the framework of Balinese Hindu customary and religious values. Despite operating within different cultural and religious contexts, both institutions demonstrate a strong commitment to fostering community life in alignment with prevailing social and spiritual norms. Keywords: Role, Wilayatul Hisbah (WH), Pecalang, Social, Religious

Citation



    SERVICES DESK