<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709781">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN FONDASI BATU KALI, SLOOF DAN KOLOM PADA PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAISAL SASTRAWIGUNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pembangunan Gedung Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh dilaksanakan dengan kepatuhan ketat terhadap regulasi nasional. Proyek ini mengacu pada UU No. 2 Tahun 2017 tentang jasa Konstruksi sebagai landasan utama, serta Permen PUPR No. 21 Tahun 2021 yang mengatur standar keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi pengguna bangunan. Kepatuhan ini memastikan bahwa setiap tahapan teknis memenuhi standar kinerja bangunan gedung yang ditetapkan pemerintah. Laporan ini menyajikan kajian mendalam mengenai metode pelaksanaan struktur bawah dan atas pada proyek konstruksi, dengan fokus spesifik pada pekerjaan fondasi batu kali, sloof, dan kolom K1 di lantai satu. Secara teknis, observasi lapangan menunjukkan bahwa rangkaian pekerjaan fondasi dimulai dari tahap penggalian tanah, pengurukan pasir sebagai drainase dan perataan, hingga pemasangan badan fondasi serta penanaman angker sebagai pengikat struktur. Sementara itu, pengerjaan sloof dan kolom mengikuti siklus konstruksi standar yang mencakup tahap pabrikasi dan perakitan pembesian (penulangan), pemasangan bekisting untuk membentuk dimensi beton, proses pengecoran, hingga tahap akhir berupa pembongkaran bekisting. Namun, terdapat diskrepansi antara praktik di lapangan dengan standar teori yang berlaku; hal ini terlihat pada ditiadakannya pemasangan lapisan aanstamping (batu kosong) pada fondasi batu kali serta absennya proses curing (perawatan beton) pada elemen kolom pasca-pengecoran. Ketidaksesuaian ini menjadi poin krusial dalam laporan ini untuk mengevaluasi dampak potensialnya terhadap kekuatan struktural dan durabilitas bangunan dalam jangka panjang. Analisis teknis pada 16 kolom K1 (dimensi 60 cm x 80cm) menunjukan total volume beton sebesar 28 m3, kebutuhan bekisting seluas 161,28 m2. Total kebutuhan baja tulangan mencapai 3422,28 kg untuk tulangan utama (BJTS D22) dan 1459,47 kg untuk sengkang/begel (BJTS D13). Dari hasil perhitungan volume kolom tersebut maka diperoleh kebutuhan bahan utama 96 batang BjTS 22, tulangan begel 116 BjTP 13, kebutuhan paku 65 kg 5-12 inci, minyak bekisting 33 liter, balok kayu kelas II 3 m3, Plywood 9mm 57 lembar dan kebutuhan bahan campuran beton ready mix; semen portland 743,4 kg, Agregat kasar 1.225 m3, Agregat halus 1.838 m3, dan air 387 liter. Berdasarkan perhitungan material dan jasa tersebut, estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) khusus untuk pekerjaan kolom K1 adalah sebesar Rp339.497.200,23. Evaluasi produktivitas tenaga kerja menunjukkan adanya deviasi signifikan dibandingkan standar AHSP 2023. Pekerjaan pembesian di lapangan ditemukan kurang efisien (boros hingga 277%), namun pekerjaan bekisting justru sangat efisien (hanya 11%–25% dari standar) karena penggunaan sistem bongkar-pasang yang efektif. Pada tahap pengecoran, meskipun penggunaan pekerja umum cukup efisien, kebutuhan tenaga tukang meningkat hingga 152% untuk memastikan kualitas pemadatan beton (vibrating) tetap optimal.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Fondasi batu kali, sloof, kolom dan produktivitas pekerja   &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BUILDINGS - CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>690</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709781</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 12:53:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 15:12:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>