<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709653">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT DAN KUALITAS PELAYANAN PENERBITAN PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG (PBG) DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rais Tamim Irham</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) adalah menggantikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai bentuk perizinan baru untuk menyederhanakan regulasi pembangunan. Di Kabupaten Aceh Besar, penerapan kebijakan ini masih menghadapi kendala, diantara penyebabnya termasuk rendahnya pemahaman masyarakat dan lambatnya proses pelayanan. Akibatnya, banyak bangunan berdiri tanpa izin resmi karena warga belum memahami pentingnya prosedur PBG secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman masyarakat terhadap PBG, mengevaluasi tingkat ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan PBG, dan mengidentifikasi solusi pemenuhan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan PBG. Bangunan gedung yang ditinjau adalah fungsi hunian dan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui kuesioner dan metode kualitatif melalui wawancara. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap PBG diteliti pada 100 pemilik bangunan, sedangkan kinerja kualitas pelayanan PBG diteliti pada 66 pemilik bangunan yang sudah memiliki PBG. Solusi peningkatan pelayanan PBG diperoleh dari wawancara dengan 2 key informant (akademisi dan praktisi). Analisis data digunakan deskriptif kuantitatif, Penalty Reward Contrast Analysis (PRCA), dan deskriptif kualitatif model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Kabupaten Aceh Besar terhadap PBG tergolong tidak mengetahui dengan nilai mean sebesar 0,187. Tingkat ekspektasi masyarakat Kabupaten Aceh Besar terhadap kualitas pelayanan PBG yang tergolong ekspektasi harus ada (must‑be) sebanyak 14 indikator, menarik (attractive) sebanyak 7 indikator, searah (one dimensional) sebanyak 15 indikator, dan netral (indifferent) sebanyak 3 indikator. Solusi prioritas mengintegrasikan digitalisasi PBG dengan chatbot dan sistem prediktif Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG), kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), serta penerapan Service Level Agreement (SLA) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk proses cepat adil transparan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: PBG, IMB, pemahaman masyarakat, kualitas pelayanan, regulasi perizinan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709653</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 01:04:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 10:19:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>