<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709611">
 <titleInfo>
  <title>FIGURATIVE LANGUAGE AND CULTURAL TABOOS IN ACEHNESE MYSTICAL BELIEFS:</title>
  <subTitle>A STUDY OF COASTAL COMMUNITY IN ACEH BESAR</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muksalmina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Muksalmina. (2025). Bahasa Figuratif dan Tabu Budaya dalam Kepercayaan Mistis Masyarakat Aceh: Studi pada Masyarakat Pesisir di Aceh Besar.&#13;
[Skripsi Sarjana. Universitas Syiah Kuala].&#13;
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Zulfadli A. Aziz, S.Pd., dan Tgk. Maya Silviyanti, S.Pd., M.A.&#13;
&#13;
Fenomena bahasa figuratif dalam masyarakat pesisir Aceh Besar mencerminkan keterkaitan yang mendalam antara bahasa, budaya, dan spiritualitas. Di wilayah ini, tuturan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai perwujudan kearifan kolektif yang mengandung norma sosial, nilai moral, dan kesadaran ekologis. Ungkapan-ungkapan figuratif yang sering berakar pada mitos lokal, tabu, dan ajaran Islam berfungsi sebagai sarana simbolik untuk pendidikan moral dan pengaturan sosial.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, makna, dan fungsi bahasa figuratif yang digunakan oleh masyarakat Aceh Besar, dengan fokus pada bagaimana ungkapan-ungkapan tersebut merepresentasikan dimensi moral, budaya, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan informan lokal, observasi, serta dokumentasi tradisi lisan.&#13;
&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa metafora, personifikasi, eufemisme, dan metonimia digunakan untuk menyampaikan pesan moral dan kosmologis yang kompleks. Bentuk-bentuk kebahasaan ini berperan sebagai pengingat moral, membentuk perilaku masyarakat, serta mempertahankan sistem kepercayaan lokal melalui transmisi lisan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahasa figuratif di Aceh Besar berfungsi sebagai mekanisme budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai moral, ekologis, dan religius ke dalam kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
Bahasa figuratif juga berfungsi sebagai bentuk pendidikan informal yang mentransmisikan pengetahuan leluhur dan memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, bahasa figuratif tidak hanya merupakan ekspresi estetis, tetapi juga sistem komunikasi hidup yang merepresentasikan identitas dan pandangan hidup masyarakat Aceh. Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian dan revitalisasi warisan kebahasaan ini sebagai media untuk menjaga integritas moral, keseimbangan lingkungan, dan keberlanjutan budaya di era modern.&#13;
&#13;
Kata kunci: Aceh, linguistik budaya, tabu budaya, bahasa figuratif, mistisisme.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 17:32:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 09:16:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>