<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709601">
 <titleInfo>
  <title>RELASI ELIT POLITIK DAN PENGUSAHA DALAM KEBIJAKAN PEMANFAATAN PROYEK GALIAN C DI KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2024</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZULVI ALHAFIS JEUMPA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengelolaan proyek galian C di Kabupaten Bireuen sering kali tidak lepas dari kepentingan elit politik dan ekonomi. Kebijakan proyek galian C cenderung berpihak pada pemilik modal dan kelompok elit, bukan pada kepentingan masyarakat luas. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola relasi antara elit politik dan pengusaha dalam kebijakan pemanfaatan proyek galian C di Kabupaten Bireuen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Elite Pareto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pola relasi yang terjadi antara elit dan pengusaha dalam pemanfaatan kebijakan galian C di Kabupaten Bireuen menunjukkan dinamika kekuasaan yang kompleks, diwarnai oleh praktik simbiosis mutualistik, transaksional, dan kooptasi yang saling bertumpang tindih. Relasi ini memperlihatkan adanya pertukaran kepentingan di mana pengusaha memperoleh legitimasi, akses, serta perlindungan politik, sementara elit politik mendapatkan kontribusi PAD, dukungan sosial, dan keuntungan elektoral.  Hubungan ini dibungkus melalui mekanisme izin dan regulasi resmi, namun praktik lapangan menunjukkan terjadinya barter dukungan suara. Hal ini menjelaskan bagaimana elit mempertahankan dominasi melalui sirkulasi kekuasaan, dengan mengintegrasikan elit ekonomi ke dalam lingkaran politik. Akibatnya, kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan seringkali terpinggirkan karena kebijakan lebih diarahkan untuk memperkuat posisi elit. Dengan demikian, pemanfaatan galian C di Kabupaten Bireuen mencerminkan relasi kuasa yang berorientasi pada konsolidasi kepentingan politik-ekonomi elit daripada pada prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Elit, Pengusaha, Galian C</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709601</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 17:12:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 09:43:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>