<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709535">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN UNMANED AERIAL VEHICLES (UAV) UNTUK  MENGHITUNG TINGGI TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE CANOPY HEIGHT MODEL (CHM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Risqul Kiram</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi penginderaan jauh di sektor perkebunan mendorong &#13;
pemanfaatan UAV/drone sebagai alat pemantauan tanaman yang lebih cepat dan efisien &#13;
dibandingkan metode konvensional. Pada perkebunan kelapa sawit, tinggi tanaman &#13;
merupakan parameter penting yang berkaitan dengan pertumbuhan, efisiensi panen, dan &#13;
evaluasi keseragaman blok. Namun, pengukuran manual pada skala kebun yang luas &#13;
cenderung memerlukan waktu dan tenaga besar, serta rentan terhadap human error.  &#13;
Penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai bagaimana tingkat akurasi &#13;
pengukuran tinggi tanaman kelapa sawit menggunakan drone dibandingkan metode &#13;
konvensional di lapangan. Tujuannya adalah mengetahui serta mengevaluasi tingkat akurasi &#13;
pengukuran tinggi tanaman kelapa sawit menggunakan drone dengan membandingkannya &#13;
terhadap pengukuran konvensional.  &#13;
Penelitian dilaksanakan pada kebun kelapa sawit milik warga di Desa Lueng Gayo, &#13;
Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, sedangkan analisis data dilakukan di &#13;
Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi Departemen Ilmu Tanah, Fakultas &#13;
Pertanian Universitas Syiah Kuala. Pelaksanaan penelitian berlangsung mulai Juli 2025 &#13;
sampai dengan selesai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan &#13;
estimasi tinggi tanaman berbasis CHM yang diperoleh dari selisih Digital Surface Model &#13;
(DSM) dan Digital Terrain Model (DTM). Data dikumpulkan melalui akuisisi citra drone &#13;
dan pengolahan fotogrametri, kemudian dilakukan validasi lapangan menggunakan &#13;
hagameter serta uji akurasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE).  &#13;
Hasil pengolahan CHM menunjukkan tinggi tanaman kelapa sawit bervariasi antara &#13;
5,7 m hingga 9,0 m dengan rata-rata 7,12 m.  Berdasarkan perbandingan dengan pengukuran &#13;
hagameter, diperoleh RMSE sebesar 1,33 m dengan selisih rata-rata 1,76 m. Secara umum, &#13;
estimasi tinggi tanaman menggunakan UAV-CHM menunjukkan akurasi yang cukup baik &#13;
untuk pemantauan kebun dan evaluasi pertumbuhan pada skala blok, sehingga dapat &#13;
dipertimbangkan sebagai alternatif yang lebih efisien dibanding pengukuran manual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 16:07:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-22 09:14:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>