Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FUNGSI DAN MAKNA MANTRA PENGOBATAN DI GAMPONG MON BATEUNG KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA
Pengarang
NUR HAYATON - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ramli - 196312311988101001 - Dosen Pembimbing I
Budi Arianto - 197201232005011001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102010081
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini mendeskripsikan fungsi dan makna mantra pengobatan di Gampong
Mon Bateung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan
yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian
terdiri dari sumber data penelitian berupa teks mantra pengobatan di Gampong Mon
Bateung dengan data berupa kalimat atau ungkapan dalam teks mantra yang
menggambarkan fungsi dan makna mantra. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara dengan informan, merekam, dan mencatat. Analisis
dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, penafsiran, dan deskripsi terkait
fungsi dan makna mantra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan
di Gampong Mon Bateung memiliki lima fungsi utama, yaitu (1) pengobatan fisik,
(2) spiritual dan keagamaan, (3) sosial dan budaya, (4) psikologis, serta (5) edukasi
nilai lokal dan religius. Adapun makna mantra mencakup tiga aspek, yaitu (1) makna
emotif yang memberi ketenangan batin dan keyakinan akan kesembuhan, (2) makna
konotatif yang diwujudkan melalui simbol-simbol kiasan seperti ulat, angin, dan
cacing yang dimaknai sebagai penyebab penyakit (3) makna kognitif yang
mencerminkan pengetahuan lokal tentang pengobatan tradisional yang dipadukan
dengan nilai Islam. Secara garis besar, mantra pengobatan di Gampong Mon Bateung
tidak hanya berfungsi sebagai media penyembuhan, tetapi juga menjadi bagian dari
identitas budaya, spiritual, dan sosial masyarakat. Tradisi ini tetap dipertahankan
meskipun pengobatan modern sudah dikenal luas karena diyakini mengandung nilai
kebersamaan, religius, dan kearifan lokal.
Kata Kunci: Mantra, Fungsi, Makna, Sastra Lisan, Pengobatan Tradisional.
ABSTRACT This study describes the function and meaning of healing mantras in Gampong Mon Bateung, Seunagan Timur District, Nagan Raya Regency. The approach used is qualitative with a descriptive research type. The research subjects consisted of data sources and data. The data sources for this research were healing mantra texts in Mon Bateung Village, with the data consisting of sentences or expressions in the mantra texts that describe the functions and meanings of the mantras. Data collection techniques were carried out through observation, interviews with informants, recording, and note-taking. Analysis was conducted through the stages of identification, classification, interpretation, and description related to the functions and meanings of the mantras. The results of the study show that the healing mantras in Gampong Mon Bateung have five main functions, namely (1) physical healing, (2) spiritual and religious, (3) social and cultural, (4) psychological, and (5) education on local and religious values. The meaning of the mantra covers three aspects, namely (1) emotive meaning that provides inner peace and belief in healing, (2) connotative meaning that is embodied through figurative symbols such as caterpillars, wind, and worms, which are interpreted as the causes of disease, and (3) cognitive meaning that reflects local knowledge of traditional medicine combined with Islamic values. Broadly speaking, healing mantras in Gampong Mon Bateung not only serve as a medium of healing, but also form part of the cultural, spiritual, and social identity of the community. This tradition is still preserved even though modern medicine is widely known because it is believed to contain values of togetherness, religiosity, and local wisdom. Keywords: Mantra, Function, Meaning, Oral Literature, Traditional Medicine.
FUNGSI DAN MAKNA MANTRA SEUMAPA BAGI MASYARAKAT GAMPONG LAMIE KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA (Nurina Wati, 2024)
KERAGAMAN REPRODUKSI KERBAU LOKAL BETINA PADA KONDISI PETERNAKAN RAKYAT DI KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA (MUTAWALLI, 2019)
FUNGSI DAN MAKNA MANTRA RNDALAM MASYARAKAT ACEH BARAT DAYA (FARDHA ALAIYA, 2024)
KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP HUKUM WARIS DI KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA (Rahmat Puanda Putra, 2019)
KAJIAN FILOSOFI MOTIF RAGAM HIAS PADA PERANGKAT ADAT KEMATIAN DI DESA ALUE THO KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA (Putri Maulida, 2023)