KEPADATAN MENGGUNAKAN SKOR NEDOCS DAN STRES KERJA PERAWAT DI RUANG IGD RS KOTA SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEPADATAN MENGGUNAKAN SKOR NEDOCS DAN STRES KERJA PERAWAT DI RUANG IGD RS KOTA SABANG


Pengarang

AZWINA RIZKI ALDANIE - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hilman Syarif - 198111282010121001 - Dosen Pembimbing I
Irfanita Nurhidayah - 198805212019032016 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2212101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan tingkat kunjungan tinggi yang berisiko mengalami kepadatan, terutama ketika jumlah pasien melebihi kapasitas pelayanan dan ketersediaan sumber daya. Kondisi kepadatan di IGD berpotensi memengaruhi mutu pelayanan serta kondisi psikologis perawat, khususnya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepadatan IGD menggunakan skor National Emergency Department Overcrowding Scale (NEDOCS) dan gambaran stres kerja perawat di ruang IGD RSUD Kota Sabang dan RS AL J. Lilipory Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 25 perawat IGD dari kedua rumah sakit yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kepadatan dilakukan melalui observasi langsung menggunakan instrumen NEDOCS dan stres kerja perawat diukur menggunakan kuesioner Expanded Nursing Stress Scale (ENSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepadatan IGD pada kedua rumah sakit didominasi oleh kategori level 6 (terlalu padat berbahaya). Di RSUD Kota Sabang, sebanyak 6 dari 12 pengukuran (50%) berada pada kategori terlalu padat berbahaya, sedangkan di RS AL J. Lilipory Kota Sabang sebanyak 7 dari 12 pengukuran (58,3%) berada pada kategori yang sama. Secara keseluruhan, tingkat kepadatan IGD paling sering berada pada level terlalu padat berbahaya sebesar 66,7%. Gambaran stres kerja perawat menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami stres kerja ringan sebanyak 15 responden (60%), dan 10 responden (40%) mengalami stres kerja sedang, serta tidak ditemukan stres kerja berat. Penelitian ini menyarankan perlunya penyesuaian sumber daya manusia dan fasilitas ruang IGD guna menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

The Emergency Department (ED) is a vital hospital service unit characterized by a high volume of patient visits and an increased risk of overcrowding, particularly when patient demand surpasses service capacity and available resources. ED overcrowding may compromise the quality of care and negatively affect nurses’ psychological well-being, particularly through work-related stress. This study aimed to describe the level of ED overcrowding using the National Emergency Department Overcrowding Scale (NEDOCS) and to assess work-related stress among nurses working in the EDs of Kota Sabang General Hospital and AL J. Lilipory Hospital. This study employed a cross-sectional design with a descriptive quantitative approach. The sample consisted of 25 ED nurses from both hospitals, selected using a total sampling technique. ED overcrowding was assessed through direct observation using the NEDOCS instrument, while nurses’ work-related stress was measured using the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) questionnaire. The results indicated that ED overcrowding in both hospitals was predominantly classified as level 6 (dangerously overcrowded). At Kota Sabang General Hospital, 6 of 12 measurements (50%) were categorized as dangerously overcrowded, while at AL J. Lilipory Hospital, 7 of 12 measurements (58.3%) were categorized as dangerously overcrowded. Overall, dangerously overcrowded conditions were the most frequently observed, accounting for 66.7% of all measurements. Regarding work-related stress, most nurses (15 respondents; 60%) experienced mild stress, while 10 respondents (40%) reported moderate stress; no cases of severe work-related stress were identified. These findings highlight the need for appropriate adjustments in human resource allocation and improvements in ED facilities to sustain service quality and ensure patient safety.

Citation



    SERVICES DESK