<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709471">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN STATUS IMUNITAS DENGAN FREKUENSI KEJANG PADA PASIEN EPILEPSI DI POLIKLINIK NEUROLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Balqis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal pada neuron di otak. Selain faktor neurologis, status imunitas diduga berperan dalam memengaruhi stabilitas neuronal dan frekuensi kejang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunitas dengan frekuensi kejang pada pasien epilepsi di Poliklinik Neurologi RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 43 sampel pasien epilepsi yang memenuhi kriteria inklusi. Status imunitas diukur menggunakan Kuesioner Status Imunitas (KSI), sedangkan frekuensi kejang dinilai berdasarkan jumlah kejang dalam satu bulan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status imunitas tingkat sedang (48,8%), sedangkan 41,9% memiliki status imunitas sangat buruk. Sebanyak 22 pasien mengalami kejang dalam sebulan terakhir, dengan 32,5% mengalami kejang sering dan 18,6% mengalami kejang sangat sering. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan bermakna antara status imunitas dengan frekuensi kejang (p = 0,001) dengan kekuatan korelasi cukup kuat (r = - 0,480), yang berarti semakin buruk status imunitas, semakin tinggi frekuensi kejang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa status imunitas berperan penting dalam memengaruhi frekuensi kejang pada pasien epilepsi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga imunitas sebagai bagian dari pengelolaan epilepsi secara komprehensif.&#13;
Kata kunci: Epilepsi, Status Imunitas, Frekuensi Kejang, Neuroimunologi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709471</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 15:12:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 15:55:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>