<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709469">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN FRAKTUR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MULKAN RAFIQI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasien fraktur mengalami keterbatasan fisik, nyeri, ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari, serta perubahan psikologis yang dapat menurunkan kualitas hidup. Proses pemulihan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengobatan medis dan fisik, tetapi juga oleh faktor psikologis, salah satunya adalah self-efficacy. Self-efficacy yang rendah dapat menyebabkan pasien kurang percaya diri dalam melakukan mobilisasi, latihan, serta manajemen nyeri, sehingga berdampak pada kualitas hidup yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pasien fraktur di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah pasien fraktur yang dirawat di ruang rawat inap Raudhah 6 dan 7 RSUD dr. Zainoel Abidin Banda&#13;
Aceh, teknik pengambilan sampel total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 responden. Instrumen yang digunakan adalah data demografi, kuesioner General Self Efficacy (GSE) untuk mengukur tingkat self-efficacy dan kuesioner Short Form-36 (SF-36) untuk menilai kualitas hidup pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p &lt; 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pasien fraktur. 62,6% responden dengan self-efficacy tinggi memiliki kualitas hidup yang baik, khususnya pada domain kesehatan fisik dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien fraktur dan perlu menjadi perhatian dalam pemberian asuhan keperawatan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan program asuhan keperawatan holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis pasien fraktur.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 15:11:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 16:07:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>