<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709459">
 <titleInfo>
  <title>PENDEKATAN KOMBINATORIK UNTUK BILANGAN STIRLING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bayu Firmadany</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bilangan Stirling secara historis didefinisikan secara aljabar sebagai koefisien polinomial biasa ke dalam polinomial faktorial dan koefisien polinomial faktorial ke dalam polinomial biasa. Koefisien ini dikenal sebagai bilangan Stirling jenis pertama dan bilangan Stirling jenis kedua. Belakangan ini diketahui bahwa bilangan Stirling ternyata bisa juga dipandang secara kombinatorik, yakni bilangan Stirling&#13;
jenis pertama didefinisikan sebagai banyak cara mendudukkan n orang pada k meja bundar identik dimana setiap meja harus terisi, dan bilangan Stirling jenis kedua didefinisikan banyaknya pendistribusian n objek berbeda ke dalam k tempat identik dimana setiap tempat harus terisi. Penelitian ini mengkaji sifat-sifat bilangan Stirling dalam dua tahap. Tahap pertama dengan menggunakan pendekatan aljabar, dan tahap kedua menggunakan pendekatan kombinatorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuktian dengan pendekatan kombinatorik cenderung lebih elegan dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan dengan pembuktian bersifat aljabar.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Bilangan Stirling, pendekatan aljabar, pendekatan kombinatorik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709459</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 15:01:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 15:47:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>