<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709351">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MULTITEMPORAL PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAVIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hutan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan flora fauna endemik, hutan dapat menjadi habitat bagi banyak kehidupan liar, pengatur tata air bagi kawasan sekitarnya, pengendali iklim mikro, juga sebagai penghasil oksigen. Kawasan hutan berdasarkan fungsinya terbagi menjadi tiga kawasan hutan yakni hutan produksi, hutan konservasi dan hutan lindung. Kawasan hutan di Kabupaten Bener Meriah berdasarkan fungsinya memiliki luasan 120.709,62 ha yang terbagi menjadi tiga yakni hutan lindung 67.561,70 ha, hutan produksi tetap 53.075,90 ha dan taman buru 72.02 ha. Pada akhir tahun 1999, total jumlah luas hutan di Indonesia berkurang menjadi sekitar 98 juta. Kejadian tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya kebijakan pada periode lalu yang menjadi pemicu dalam terjadinya deforestasi hutan. Bener Meriah yang berada pada hilir atau dataran tinggi menjadi penentu besar terhadap wilayah yang berada di dataran rendah, apabila kondisi hutan pada wilayah Kabupaten Bener Meriah terganggu maka wilayah berdataran rendah akan mendapat banyak masalah. Terdapat beberapa permasalahan terkait kondisi hutan di Kabupaten Bener Meriah saat ini salah satunya kebakaran hutan dan lahan. Dalam konteks pengamatan perubahan tutupan hutan secara multitemporal, pemilihan tahun pengamatan merupakan aspek krusial yang memengaruhi keakuratan dan keandalan hasil analisis spasial. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan luas kawasan hutan di Kabupaten Bener Meriah akibat deforestasi dalam jangka waktu dari tahun 2005 – 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah interpretasi data citra  menggunakan klasifikasi terbimbing (supervised) dengan metode maximum likehood classifer pada data citra yang telah diunduh kemudian dilakukan interpretasi citra, yang selanjutnya dilakukan ground check  pada data citra tahun 2025 pada penelitian ini menggunakan total titik sampel 150 titik untuk memastikan akurasi data yang telah diklasifikasikan.&#13;
Hasil analisis menghasilkan bahwa kawasan hutan di Kabupaten Bener Meriah mengalami perubahan tutupan lahan yang cukup signifikan. Pada periode 2015 – 2025 perubahan luas kelas tutupan lahan yang berubah akibat deforestasi selama dua dekade terakhir mencapai 16.606,99 ha atau sekitar 16,25% dari luas hutan tahun 2005. Penurunan ini sebagian besar terjadi pada hutan lindung berkurang sebesar 9.239,12 ha dan hutan produksi tetap berkurang 7.295,85 ha. Secara umum, data menunjukkan bahwa meskipun terdapat sedikit pemulihan tutupan hutan di periode 2015 - 2025, namun secara keseluruhan Kabupaten Bener Meriah telah kehilangan lebih dari 13 ribu hektar Hutan lahan kering primer berkurang sebesar 24,40% dalam kurun waktu 20 tahun. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa deforestasi masih berlangsung dan menurunkan kualitas ekosistem hutan. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa deforestasi masih terjadi di kawasan hutan Kabupaten Bener Meriah, meskipun terdapat variasi antar jenis kawasan. Hasil uji akurasi kappa menunjukan bahwa akurasi data yang telah dilakukan menghasilkan nilai sebesar 86,86% yang menandakan bahwa hasil tersebut dapat di percaya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 11:52:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 14:02:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>