Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN CEH DALAM PERMAINAN DIDONG JALU
Pengarang
NAURAH SYIFA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Dosen Pembimbing I
Ramdiana - 197609162006042001 - Dosen Pembimbing II
Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Penguji
Samsuri - 198902062015012101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102030040
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1)., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Naurah Syifa. (2025). Peran Ceh dalam Permainan Didong Jalu. [Skripsi.
Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Rida Safuan Selian, S.Pd., M.Pd.
dan Ramdiana, S.Sn., M.Sn.
Penelitian ini membahas peranan ceh dalam pertunjukan Didong Jalu, salah satu
kesenian tradisional masyarakat Gayo di Takengon. Fokus penelitian adalah
mengidentifikasi berbagai dimensi peran ceh, mulai dari kepemimpinan artistik,
pengendalian ritme dan strategi permainan, hingga fungsi komunikasi budaya dan
manajemen kelompok, serta hubungannya dengan nilai sosial dan budaya
masyarakat Gayo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptifanalitis,
dengan
metode
observasi
partisipatif,
wawancara
mendalam
dengan
ceh,
anggota
kelompok,
dan
tokoh
adat,
serta
dokumentasi
pertunjukan
sebagai
teknik
pengumpulan
data.
Analisis
data
dilakukan secara tematik untuk menggali makna sosial, budaya, dan
strategis
dari
peran
ceh
dalam
pertunjukan
Didong
Jalu.
Hasil
penelitian
menunjukkan
bahwa
peran
ceh
bersifat
multidimensi
dan
sentral
dalam
kelangsungan pertunjukan. Ceh berperan sebagai pemimpin artistik yang
menyusun dan membawakan syair, pengatur ritme dan tempo permainan, serta
penyusun strategi jalu untuk menghadapi kelompok lawan. Selain itu, ceh bertindak
sebagai komunikator budaya yang menyampaikan nilai moral, kritik sosial, dan
humor melalui syair, sekaligus mengelola anggota kelompok agar pertunjukan
berjalan harmonis. Peranan ceh tidak hanya bersifat individual, tetapi juga
mencerminkan ekspektasi sosial dan norma budaya Gayo, sejalan dengan teori
peran Ralph Linton yang menyatakan bahwa status sosial membawa seperangkat
hak dan kewajiban yang harus dijalankan oleh individu.
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa ceh memiliki posisi strategis dalam
menjaga, mengembangkan, dan melestarikan Didong Jalu. Peran yang dijalankan
ceh mencakup aspek artistik, sosial, dan kultural, sehingga kesenian ini tetap
relevan sebagai media ekspresi budaya dan instrumen sosial. Penelitian ini juga
memberikan saran bagi pelaku seni, masyarakat, pemerintah, dan peneliti
selanjutnya untuk mendukung keberlanjutan tradisi Didong Jalu melalui pelatihan,
dokumentasi, partisipasi aktif, dan kajian interdisipliner.
Kata kunci: Didong Jalu, ceh, peran, budaya Gayo, teori peran, pertunjukan
tradisional.
ABSTRACT Naurah Syifa. (2025). The Role of Ceh in the Didong Jalu Game. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Rida Safuan Selian, S.Pd., M.Pd. and Ramdiana, S.Sn., M.Sn. This study discusses the role of ceh in Didong Jalu performances, one of the traditional arts of the Gayo people in Takengon. The focus of the study is to identify the various dimensions of ceh's role, ranging from artistic leadership, rhythm control and game strategy, to cultural communication and group management functions, as well as its relationship with the social and cultural values of the Gayo people. This study uses a descriptive-analytical qualitative approach, with participatory observation, in-depth interviews with ceh, group members, and traditional leaders, as well as performance documentation as data collection techniques. Data analysis was conducted thematically to explore the social, cultural, and strategic meanings of the role of ceh in Didong Jalu performances. The results of the study show that the role of ceh is multidimensional and central to the continuity of the performance. Ceh acts as an artistic leader who composes and recites poetry, regulates the rhythm and tempo of the game, and devises jalu strategies to face opposing groups. In addition, the ceh acts as a cultural communicator who conveys moral values, social criticism, and humor through poetry, while also managing group members to ensure the performance runs harmoniously. The role of the ceh is not only individual in nature, but also reflects the social expectations and cultural norms of the Gayo, in line with Ralph Linton's role theory, which states that social status carries a set of rights and obligations that must be carried out by individuals. The conclusion of the study confirms that ceh has a strategic position in maintaining, developing, and preserving Didong Jalu. The role played by ceh covers artistic, social, and cultural aspects, so that this art form remains relevant as a medium of cultural expression and a social instrument. This research also provides recommendations for artists, communities, governments, and future researchers to support the sustainability of the Didong Jalu tradition through training, documentation, active participation, and interdisciplinary studies. Keywords: Didong Jalu, ceh, role, Gayo culture, role theory, traditional performance.
ANALISIS GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM DIDONG JALU ARITA MUDE DAN BIAK CACAK (RAHMAT SELISIH MARA, 2019)
DISFEMIA DALAM DIDONG JALU ARIITA MUDE DAN BIAK CACAK (Sediken Tara Munthe, 2022)
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM DIDONG GAYO ACEH TENGAH (Sari Rahmah, 2021)
“ANALISIS SEMIOTIKA ISI PESAN DIDONG GAYO” (SAID FAHRIZMI MANDA, 2015)
EKSITENSI DAN PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP SYAIR DIDONG DI BENER MERIAH (KHAIRIMA NADILA, 2025)