<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709279">
 <titleInfo>
  <title>PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS INKLUSIF DI SD NEGERI 25 MANULIFE KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FITRILIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya implementasi prinsip inklusif dalam pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar, khususnya di SD Negeri 25&#13;
Kota Banda Aceh yang menerapkan model inklusi penuh. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Seni Budaya yang diterapkan guru serta kesesuaiannya dengan prinsip Universal Design for Learning (UDL). Kajian pustaka penelitian ini merujuk pada teori pendidikan inklusif (UNESCO, 2005), model sekolah inklusif (Darma &amp; Rusyid, 2013), adaptasi kurikulum (Kemendikbud, 2022), dan prinsip UDL (2011) yang menekankan multiple means of representation, action and expression, serta engagement. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, shadow teacher, dan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi pembelajaran konvensional berupa: ceramah, tanya jawab, demonstrasi sederhana, serta pemberian tugas menggambar seragam. Strategi tersebut belum dirancang berbasis diferensiasi dan masih mengikuti model kurikulum duplikasi. Analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip UDL baru tampak pada aspek representasi terbatas seperti penggunaan contoh visual nyata dan fleksibilitas waktu. Namun prinsip multiple means of action and expression serta multiple means of engagement belum terpenuhi karena tidak tersedia variasi media, tidak ada pilihan bentuk ekspresi alternatif, dan belum ada strategi yang mengakomodasi perbedaan kemampuan PDBK. Kesimpulannya, strategi pembelajaran  guru  belum sepenuhnya  sesuai dengan  prinsip  UDL dan belum optimal dalam mendukung keberagaman kebutuhan peserta didik. Diperlukan pengembangan  kompetensi  guru  dalam  perencanaan  dan  pelaksanaan pembelajaran berbasis UDL agar pembelajaran Seni Budaya di kelas inklusif lebih aksesibel dan adaptif.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: pembelajaran seni budaya, inklusif, Universal Design for Learning,&#13;
PDBK, strategi pembelajaran. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709279</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 11:05:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 11:07:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>