<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709261">
 <titleInfo>
  <title>GLISEROLISIS ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK SAWIT MERAH MENGGUNAKAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tata Shelvynar Meilinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Magister Teknik Kimia Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji proses gliserolisis asam lemak bebas (ALB) pada minyak sawit merah (Red Palm Oil, RPO) menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai katalis untuk meningkatkan kualitas minyak. RPO, yang merupakan minyak dengan kandungan nutrisi tinggi yang kaya akan karotenoid dan vitamin E, rentan terhadap oksidasi, terutama karena tingginya kandungan ALB. Kehadiran ALB yang tinggi berdampak negatif terhadap stabilitas dan sifat nutrisi minyak tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses gliserolisis, suatu metode yang telah mendapat perhatian karena kemampuannya menurunkan kadar ALB dan meningkatkan stabilitas minyak dengan mengubah ALB menjadi monogliserida (MAG) dan digliserida (DAG) yang bernilai. Penelitian ini secara sistematis mengevaluasi pengaruh parameter proses utama, termasuk rasio molar ALB terhadap gliserol, suhu reaksi, kecepatan pengadukan, dan jumlah katalis, terhadap gliserolisis RPO. Kondisi eksperimen yang diuji melibatkan variasi rasio molar ALB terhadap gliserol (1:2, 1:3, dan 1:4), suhu reaksi (60, 70, dan 80°C), kecepatan pengadukan (200, 250, dan 300 rpm), dan jumlah katalis (0,5, 0,7, dan 1,0% b/b minyak). Reaksi gliserolisis dilakukan selama 90 menit, dan tingkat pengurangan ALB dipantau dengan titrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi reaksi terbaik untuk mencapai konversi ALB maksimum adalah rasio molar ALB terhadap gliserol 1:4, suhu reaksi 70°C, kecepatan pengadukan 300 rpm, dan jumlah katalis 0,7% (b/b minyak) dengan konversi ALB mencapai 95,96%. Selain itu, proses ini juga menyebabkan penurunan bilangan penyabunan, yang mengindikasikan peningkatan stabilitas oksidatif dan kualitas minyak yang lebih tinggi. Namun, proses gliserolisis tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap viskositas, densitas, atau komposisi asam lemak minyak, memastikan bahwa sifat fisik minyak tetap konsisten. Temuan ini menegaskan potensi untuk mengeskalasi proses ini di industri minyak kelapa sawit, terutama untuk menghasilkan RPO dengan umur simpan yang lebih lama dan sifat nutrisi yang lebih baik, yang dapat bermanfaat baik untuk aplikasi pangan maupun non-pangan.&#13;
Kata kunci: asam lemak bebas, gliserolisis, kalium hidroksida, minyak sawit merah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709261</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 10:38:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 11:20:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>