<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709221">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH MENGGUNAKAN GAWAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Sophia Rizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penggunaan gawai pada anak usia prasekolah terus meningkat dan berpotensi memengaruhi perkembangan sosial-emosional. Pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam mengatur durasi serta kualitas penggunaan gawai pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dalam penggunaan gawai dengan perkembangan sosial-emosional anak prasekolah. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Parenting Style and Dimension Questionnaire (PSDQ) untuk menilai pola asuh orang tua serta kuesioner perkembangan sosial-emosional anak. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang paling dominan diterapkan oleh orang tua (90,1 persen). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan durasi penggunaan gawai pada anak prasekolah (p sama dengan 0,006). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan perkembangan sosial-emosional anak prasekolah (p sama  dengan 0,820). Sebagian besar anak yang diasuh dengan pola asuh demokratis menunjukkan perkembangan sosial-emosional yang baik (67,2persen). Dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua berhubungan secara signifikan dengan durasi penggunaan gawai, tetapi tidak berhubungan secara signifikan dengan perkembangan sosial-emosional anak prasekolah. Pola asuh demokratis berperan dalam pengaturan penggunaan gawai yang lebih adaptif pada anak usia prasekolah. Pengaturan durasi yang lebih baik berpotensi mendukung terbentuknya respons emosional yang lebih stabil pada anak prasekolah dan tetap akan bertahan sampai usia dewasa.&#13;
Kata kunci: Pola asuh orang tua, gawai, perkembangan sosial emosional, usia prasekolah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709221</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:27:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:39:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>