<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709153">
 <titleInfo>
  <title>SELF CARE MANAGEMENT PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MULIA NASRIZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penerapan self care management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self care management pada lansia dengan DM di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini 278 lansia di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Kuesioner terdiri atas 6 dimensi, dengan skala penilaian 0 – 7 hari per minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi diet umum rara-rata 6 hari, dimensi diet khusus 5 hari, dimensi aktivitas fisik 5 hari, dimensi pemantauan kadar gula darah 1 kali, dimensi perawatan kaki 6 hari, serta dimensi minum obat 6 hari. Selain itu, masih ditemukan 10 responden yang memiliki kebiasaan merokok, yang mengindikasikan belum optimalnya perilaku self care. Mayoritas responden telah memperoleh rekomendasi perawatan diri, namun tingkat penerapannya belum merata. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan dan holistik melalui pemberian pendidikan kesehatan terkait pengaturan diet, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, perawatan kaki, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Upaya ini dapat dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif, serta didukung dengan pelayanan kuratif dan rehabilitatif sebagai dasar dalam pelaksanaan intervensi pengelolaan DM pada lansia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NURSING CARE PLANS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OLDER PERSONS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>610.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709153</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 21:23:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-13 11:24:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>