<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709143">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN KONSEPTUAL MESIN PENCACAH KOTORAN TERNAK MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FURQAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan sektor pertanian dan peternakan berpotensi meningkatkan jumlah limbah kotoran ternak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang untuk mengubah limbah menjadi pupuk organik. Proses pencacahan kotoran ternak yang masih dilakukan secara manual sehingga menghasilkan ukuran cacahan yang tidak seragam. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang mesin pencacah kotoran ternak yang, sesuai dengan kebutuhan konsumen. Mesin dirancang menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk menerjemahkan kebutuhan pengguna ke dalam karakteristik teknis produk melalui penyusunan House of Quality (HOQ). Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap 30 peternak di Desa Limpok dan Meunasah Papen, Aceh Besar. Hasil uji menunjukkan seluruh atribut kebutuhan pengguna valid (r &gt; 0,361) dan reliabel (Cronbach’s Alpha &gt; 0,887). Dengan nilai Normalized Raw Weight tertinggi sebesar 0,170, analisis HOQ menunjukkan bahwa atribut dengan prioritas utama adalah kemudahan perawatan mesin dengan nilai Normalized Raw Weight tertinggi sebesar 0,170, diikuti oleh kemudahan pengoperasian serta harga yang terjangkau. Respon teknis yang dihasilkan yaitu penerapan Design for Manufacturing and Assembly (DFMA), penyesuaiakan ukuran hasil cacahan, ketebalan material, penyesuaian kapasitas, penyesuaian ukuran hopper, kemudahan perawatan dan jumlah mata pisau. Penelitian ini menghasilkan rancangan untuk mesin pencacah yang dapat menghasilkan cacahan yang lebih halus dan seragam. Hal tersebut akan meningkatkan pengolahan pupuk organik dan mendukung pengelolaan limbah ternak yang berkelanjutan di sektor pertanian.&#13;
Kata Kunci:	House of Quality, Kotoran ternak, Mesin pencacah, Perancangan produk, Quality Function Deployment (QFD).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL WASTES - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>621.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709143</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 19:47:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 10:37:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>