<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709089">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH FATHERLESS TERHADAP KEINGINAN DALAM MEMBANGUN RUMAH TANGGA PADA MAHASISWI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadin Mikaila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Nadin Mikaila (2025). Pengaruh Fatherless Terhadap Keinginan dalam Membangun Rumah Tangga Pada Mahasiswi FKIP Universitas Syiah Kuala. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Drs. Abu Bakar, M.Si dan Nurbaity, S.Pd., M.Ed.&#13;
Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas dan kematangan emosional. Namun, sebagian remaja tumbuh tanpa kehadiran figur ayah yang berperan dalam perkembangan psikologis mereka. Kondisi ini dikenal sebagai fatherless, yaitu ketiadaan peran ayah secara fisik maupun emosional yang dapat memengaruhi pandangan remaja terhadap pernikahan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fatherless terhadap keinginan membangun rumah tangga pada mahasiswi FKIP Universitas Syiah Kuala. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi dan pengolahan data menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik variabel fatherless maupun keinginan membangun rumah tangga berada pada kategori sedang. Hal ini berarti sebagian besar mahasiswi pernah mengalami keterbatasan figur ayah baik secara fisik maupun emosional, namun tetap memiliki bentuk hubungan tertentu dengan ayah, serta memiliki keinginan berumah tangga yang realistis, tidak terlalu tinggi maupun rendah. Hasil analisis regresi menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara fatherless terhadap keinginan membangun rumah tangga, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (&lt; 0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,170. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat fatherless yang dialami, semakin besar dorongan individu untuk membangun rumah tangga sebagai bentuk pencarian kembali rasa aman dan kasih sayang.&#13;
Kata Kunci: Fatherless, keinginan membangun rumah tangga, mahasiswi, Universitas Syiah Kuala&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 17:36:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 10:17:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>