<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709087">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI KEPUASAN PERNIKAHAN USIA MUDA DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raisa Putri Ramadhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Raisa Putri Ramadhani (2025). Persepsi Kepuasan Pernikahan Usia Muda di Kecamatan Johan Pahlawan. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Drs. Syaiful Bahri, M.Pd dan Evi Rahmiyati, S.Pd., M.Ed.&#13;
Pernikahan merupakan ikatan sakral yang diharapkan mampu memberikan kebahagiaan, keharmonisan, serta kestabilan hidup bagi pasangan. Namun, tidak sedikit pasangan yang menikah pada usia 19-23 tahun menghadapi berbagai permasalahan emosional, ekonomi, maupun sosial yang dapat memengaruhi kualitas rumah tangga. Kepuasan pernikahan, menurut Fowers dan Olson, adalah evaluasi menyeluruh pasangan terhadap kehidupan pernikahan yang mencerminkan tingkat komitmen serta kemampuan mereka dalam mengelola tanggung jawab dan peran masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Tingkat kepuasan pernikahan usia muda di Kecamatan Johan Pahlawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 153 pasangan muda yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS) yang mencakup sebelas aspek, yaitu Masalah kepribadian, Peran setara, Komunikasi, Penyelesaian konflik, Manajemen keuangan, Kegiatan rekreasi, Hubungan seksual, Anak dan pernikahan, Keluarga dan teman, Orientasi keagamaan, serta Distorsi idealis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuhnya pernikahan muda yaitu 42.48% berada pada kategori sedang Artinya bahwa tingkat kepuasan pernikahan di usia muda merasa cukup puas tetapi belum sepenuhnya bahagia dan stabil dalam kehidupan pernikahan. Dari 11 aspek kepuasan pernikahan, terdapat 9 aspek berada pada kategori rendah yaitu Personality issue (masalah kepribadian), Equalitarian roles (peran setara), Communication (komunikasi),Conflict resolution (penyelesaian konflik), Financial management (manajemen keuangan), Leisure activities (kegiatan rekreasi), Sexual relationship (hubungan seksual), Children and marriage (anak dan pernikahan), dan Family and friend (keluarga dan teman). Dan 2 aspek berada pada kategori tinggi yaitu Religious orientation (orientasi keagamaan) dan Idealistic distortion (distorsi idealis). &#13;
Kata Kunci: Kepuasan pernikahan, persepsi, menikah muda&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709087</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 17:35:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:39:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>