<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709009">
 <titleInfo>
  <title>PENILAIAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI DALAM WILAYAH DAERAHRNALIRAN SUNGAI DENGAN MENERAPKAN MODEL FUZZY-SPATIAL MULTI RNCRITERIA DECISSION MAKING (F-SMCDM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maimun Rizalihadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kerawanan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS)&#13;
Krueng Keureuto, Aceh Utara, dengan memanfaatkan pendekatan Multi-Criteria Decision&#13;
Making (MCDM) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis (GIS). Pendekatan ini&#13;
digunakan untuk mengatasi kompleksitas dan ketidakpastian dalam penilaian risiko banjir&#13;
melalui integrasi antara metode AHP (Analytical Hierarchy Process), Fuzzy AHP (FAHP), dan&#13;
Fuzzy TOPSIS, yang masing-masing dirancang untuk mengukur dan mengelola penilaian&#13;
subjektif para ahli serta faktor spasial yang relevan.  Sebanyak 11 faktor penyebab banjir&#13;
berhasil diidentifikasi dan diberi bobot melalui pendekatan AHP dan FAHP. Faktor dominan&#13;
yang ditemukan adalah curah hujan, diikuti oleh flow accumulation, jarak ke sungai, dan&#13;
Topographic Wetness Index (TWI). Hasil pembobotan ini kemudian diintegrasikan ke dalam&#13;
GIS untuk menghasilkan peta kerawanan banjir. Pemetaan menunjukkan bahwa wilayah&#13;
tengah dan hilir DAS memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi (37,30%–45,60%), sementara&#13;
wilayah hulu memiliki kerawanan yang rendah (62,70%). Validasi model dilakukan dengan&#13;
analisis AUC-ROC berdasarkan 160 titik observasi lapangan, dan menunjukkan bahwa model&#13;
Fuzzy TOPSIS AHP (FTAHP) memiliki tingkat akurasi paling tinggi dengan AUC sebesar&#13;
0.921, melebihi model AHP (0.885) dan FAHP (0.849). Tingkat akurasi yang diperoleh juga&#13;
melebihi 90% berdasarkan confusion matrix, mengindikasikan keandalan model dalam&#13;
memetakan risiko banjir secara spasial. Penelitian ini juga mengintegrasikan simulasi banjir&#13;
menggunakan HEC-RAS 2D untuk membandingkan hasil pemodelan fisik dan spasial. HECRAS&#13;
&#13;
menunjukkan kemampuan yang baik dalam mensimulasikan luapan sungai dan&#13;
ketinggian genangan, sementara model Fuzzy AHP lebih sensitif dalam mendeteksi akumulasi&#13;
genangan di dataran rendah. Tingkat tumpang tindih antara kedua model sebesar 60%&#13;
menunjukkan bahwa keduanya bersifat komplementer dan sebaiknya digunakan bersama&#13;
dalam strategi mitigasi. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi&#13;
perencana tata ruang, pembuat kebijakan, dan lembaga penanggulangan bencana dalam&#13;
merancang strategi mitigasi banjir berbasis bukti. Rekomendasi strategis mencakup&#13;
pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir, pengembangan sistem drainase&#13;
terpadu, serta peningkatan kapasitas pemantauan risiko dan sistem peringatan dini.  Secara&#13;
keseluruhan, pendekatan fuzzy AHP-TOPSIS terintegrasi dengan GIS dan model simulasi&#13;
hidrodinamika terbukti efektif dalam penilaian risiko banjir, terutama di wilayah yang&#13;
kompleks dan memiliki keterbatasan data. Pendekatan ini dapat direplikasi untuk wilayah lain&#13;
yang menghadapi risiko banjir serupa, dan menjadi fondasi untuk pengembangan sistem&#13;
manajemen risiko bencana yang proaktif dan berkelanjutan. &#13;
Kata Kunci: Pemetaan Kerawanan Banjir; Pengambilan Keputusan Multikriteria;&#13;
AHP; Fuzzy AHP; SIG; HEC-RAS; AUC-ROC; Manajemen Risiko Banjir. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1709009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 15:45:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-21 09:25:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>