UPAYA TOKOH MASYARAKAT GAMPONG BEURAWE KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH DALAM PENERAPAN SYARIAT ISLAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UPAYA TOKOH MASYARAKAT GAMPONG BEURAWE KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH DALAM PENERAPAN SYARIAT ISLAM


Pengarang

Indah Tryana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muliawati - 199205242017012101 - Dosen Pembimbing I
Novita Sari - 199111012019032028 - Penguji
Bahagia - 198803142023211026 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010103010124

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penerapan Syariat Islam di Aceh merupakan bagian dari keistimewaan daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Dalam konteks implementasi di tingkat gampong, peran tokoh masyarakat menjadi sangat penting karena mereka memiliki legitimasi sosial dan kedekatan langsung dengan kehidupan masyarakat. Gampong Beurawe Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh ditetapkan sebagai salah satu percontohan Kampung Syariah sejak tahun 2012 dengan tujuan menginternalisasikan nilai-nilai Syariat Islam dalam kehidupan sosial masyarakat. Namun, seiring berkurangnya dukungan pendanaan dari pemerintah, penerapan Syariat Islam di gampong ini menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek kelembagaan, partisipasi masyarakat, maupun dinamika politik lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya tokoh masyarakat dalam mendukung penerapan Syariat Islam di Gampong Beurawe serta mengkaji pengaruh dinamika politik lokal terhadap keberlanjutan penerapan Kampung Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparatur gampong, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mutasib, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat berperan aktif dalam mendukung penerapan Syariat Islam melalui sosialisasi nilai-nilai keislaman, pembentukan dan pelaksanaan reusam gampong, pengawasan sosial, serta penyelenggaraan kegiatan keagamaan seperti safari dakwah, majelis taklim, dan pembinaan remaja masjid. Namun demikian, keterbatasan anggaran, lemahnya koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta dinamika politik lokal berdampak pada menurunnya intensitas kegiatan keagamaan dan partisipasi masyarakat. Kesimpulannya, keberhasilan penerapan Syariat Islam di Gampong Beurawe sangat bergantung pada peran kolaboratif tokoh masyarakat, dukungan kebijakan pemerintah, serta stabilitas dinamika politik lokal. Oleh karena itu, penguatan peran tokoh masyarakat dan sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan Kampung Syariah.
Kata Kunci: Tokoh Masyarakat, Penerapan, dan Syariat Islam.

ABSTRACT The implementation of Islamic Sharia in Aceh is an integral part of the region’s special autonomy as regulated in Law Number 11 of 2006 concerning the Government of Aceh. At the village (gampong) level, the role of community leaders is crucial due to their social legitimacy and close interaction with local communities. Gampong Beurawe, located in Kuta Alam Subdistrict, Banda Aceh, was designated as a pilot “Sharia Village” in 2012 with the objective of internalizing Islamic values into the social life of the community. However, the reduction of government financial support has posed various challenges to the sustainability of Islamic Sharia implementation, particularly in terms of institutional capacity, community participation, and local political dynamics. This study aims to analyze the efforts of community leaders in supporting the implementation of Islamic Sharia in Gampong Beurawe and to examine the influence of local political dynamics on the continuity of the Sharia Village program. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observation, and documentation. The informants consisted of village officials, religious leaders, community figures, youth leaders, mutasib, and local residents. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that community leaders play an active role in supporting the implementation of Islamic Sharia through the socialization of Islamic values, the formulation and enforcement of village regulations (reusam), social supervision, and the organization of religious activities such as Islamic outreach programs (safari dakwah), study circles (majelis taklim), and mosque-based youth development. Nevertheless, limited funding, weak coordination with government institutions, and local political dynamics have led to a decline in the intensity of religious activities and community participation. In conclusion, the successful implementation of Islamic Sharia in Gampong Beurawe largely depends on the collaborative role of community leaders, supportive government policies, and stable local political conditions. Strengthening the role of community leaders and enhancing institutional synergy are therefore essential to ensure the sustainability of the Sharia Village program. Keywords: Community Leaders, Implementation, and Islamic Sharia.

Citation



    SERVICES DESK