Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN TEKNIK SASIRANGAN DENGAN SISTEM LIPAT JELUJUR PADA BUSANA READY TO WEAR
Pengarang
ELIANA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Fitriana - 196701101994032003 - Dosen Pembimbing I
Rosmala Dewi - 196410161989032002 - Dosen Pembimbing II
Fadhilah - 196102111986032001 - Dosen Pembimbing III
Nurbaiti - 197607082018012101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106104010067
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP PKK., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sasirangan berasal dari Kalimantan Selatan yang berarti sirang/jelujur. Teknik
sasirangan merupakan teknik tie dye yang dibuat dengan cara dijelujur mengikuti
motif yang telah didesain pada kain lalu ditarik dan dicelupkan ke pewarna. Motif
yang dihasilkan pada umumnya berupa motif garis putus-putus yang tersusun sesuai
lajur jahitan. Salah satu cara untuk menambah variasi motif baru dari teknik
sasirangan adalah mengkombinasikan teknik tersebut dengan sistem lipat jelujur.
Penelitian bertujuan untuk menghasilkan motif dari teknik sasirangan dengan
sistem lipat jelujur, menerapkan motif tersebut pada busana ready to wear dan
mengetahui pendapat informan terhadap penerapan teknik sasirangan dengan
sistem lipat jelujur pada busana ready to wear. Penelitian menggunakan metode
eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif untuk mengumpulkan informasi
mengenai pendapat informan terhadap produk. Subjek dalam penelitian dipilih
berdasarkan purposive sampling. Peneliti melakukan wawancara kepada tiga orang
informan yang terdiri dari satu orang praktisi yang pernah mengaplikasikan teknik
sasirangan dan dua siswi alumni SMKN 2 Mesjid Raya Jurusan Tekstil yang
pernah mempelajari dan mengetahui mengenai macam-macam teknik pewarnaan
pada tekstil dengan kumulatif nilai A pada mata pelajaran Dasar-Dasar Desain.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) mendesain motif sasirangan
dengan sistem lipat jelujur dapat dikembangkan menjadi dua variasi motif baru
yang terdiri dari motif jelujur bentuk kelopak bunga teratai dan motif jelujur bentuk
segitiga, (2) penerapan motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur pada busana
ready to wear yaitu outer dan rok lilit berhasil diwujudkan sesuai rancangan yang
diharapkan, penerapan motif ini perlu memperhatikan beberapa aspek seperti jarak
jahitan, kekuatan tarikan benang, dan jenis bahan kain yang dipilih karena mampu
memengaruhi kualitas motif yang dihasilkan, (3) berdasarkan tanggapan informan,
produk busana ready to wear dengan motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur
mendapatkan apresiasi positif, baik dari segi kreativitas, nilai estetika, maupun
kontribusinya dalam memunculkan kreasi-kreasi motif baru yang sulit dihasilkan
menggunakan teknik sasirangan biasa. Penerapan teknik ini bisa menjadi inspirasi
bagi pengrajin dalam mengembangkan produknya.
Kata kunci: Sasirangan, Lipat jelujur, Busana ready to wear
Sasirangan originates from South Kalimantan, and the term sirang/jelujur refers to a basting or stitching process. The sasirangan technique is a type of tie-dye method created by basting stitches along a pre-designed motif on fabric, then pulling the stitches tight before dyeing the fabric. The resulting motifs generally appear as dashed line patterns arranged according to the stitching paths. One way to create new motif variations using the sasirangan technique is by combining it with a folded basting system. This study aims to produce motifs using the sasirangan technique with a folded basting system, apply these motifs to ready-to-wear garments, and examine informants’ opinions regarding the application of this technique in readyto-wear fashion. The research employs an applied experimental method with a qualitative approach to collect information on informants’ perceptions of the products. The research subjects were selected through purposive sampling. The researcher conducted interviews with three informants, consisting of one practitioner who has applied the sasirangan technique and two alumni students of SMKN 2 Mesjid Raya from the Textile Department, who have studied and are knowledgeable about various textile dyeing techniques and achieved a cumulative grade of A in the Basic Design course. The results of the study indicate that: (1) designing sasirangan motifs using a folded basting system can be developed into two new motif variations, namely a lotus petal–shaped basting motif and a triangular basting motif; (2) the application of sasirangan motifs with a folded basting system to ready-to-wear garments, specifically an outer garment and a wrap skirt, was successfully realized according to the intended design. The application of this motif requires careful attention to several aspects, such as stitch spacing, the strength of thread pulling, and the type of fabric selected, as these factors significantly affect the quality of the resulting motif; and (3) based on informant feedback, the ready-to-wear garments featuring sasirangan motifs with a folded basting system received positive appreciation in terms of creativity, aesthetic value, and their contribution to generating new motif creations that are difficult to achieve using conventional sasirangan techniques. The application of this technique can serve as an inspiration for artisans in developing their products. Keywords: Sasirangan, Fold-stitch, Ready-to-wear fashion
ANALISIS KESESUAIAN PEMAKAIAN BUSANA PERNIKAHAN DENGAN SISTEM READY TO WEAR (ZAIZAFUN NABILA, 2022)
EKSPLORASI PEMBUATAN MOTIF KERAWANG GAYO LUES MENGUNAKAN TEKNIK SLASHING PADA BUSANA READY TO WEAR (Isma Sinarta Tarigan, 2025)
PENERAPAN KAIN TENUN NUSANTARA PADA PRODUK BUSANA READY TO WEAR (Fiza Yusra, 2024)
PENERAPAN MOTIF TRADISIONAL ACEH PIDIE PADA BUSANA READY-TO-WEAR DENGAN TEKNIK PRINTING (Misra Faiza, 2025)
PENERAPAN MOTIF KAIN SONGKET ACEH BESAR PADA BUSANA READY TO WEAR DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING (CUT FIDIYAH RISYA AZILLA, 2024)