Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN MOTIF RAMA RAMA DAN PUCUK REBUNG PADA BLAZER DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR
Pengarang
YUSRIKA RATU SILVINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Novita - 198011092006042001 - Dosen Pembimbing I
Fitriana - 196701101994032003 - Dosen Pembimbing II
Nurbaiti - 197607082018012101 - Dosen Pembimbing III
Rosmala Dewi - 196410161989032002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106104010013
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Motif lokal Aceh Singkil yang memiliki nilai budaya tinggi antara lain motif Rama
Rama dan Pucuk Rebung. Motif Rama Rama melambangkan transformasi,
keindahan, dan kebebasan yang erat kaitannya dengan nilai kehidupan masyarakat
Aceh Singkil. Sementara itu, motif Pucuk Rebung melambangkan pertumbuhan dan
perkembangan yang mengandung makna harapan untuk masa depan. Selama ini
kedua motif tersebut telah banyak diaplikasikan pada busana, tas, maupun
selendang, tetapi belum ditemukan penerapannya pada produk blazer sebagai salah
satu karya fashion. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain serta proses
pembuatan blazer dengan pengembangan motif Rama Rama dan Pucuk Rebung
melalui teknik bordir, serta untuk mengetahui daya tarik produk yang dihasilkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen terapan dengan pendekatan
kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu pengrajin bordir dan dua orang
karyawati swasta dan berdomisili di Aceh Singkil. Data dikumpulkan melalui
eksperimen terapan dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan tahapan
reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menghasilkan dua rancangan blazer dengan karakteristik berbeda. Blazer model I
menggunakan kain berwarna dongker dengan penerapan motif Rama Rama dan
Pucuk Rebung pada bagian depan, belakang, dan lengan sehingga menonjolkan
kesan elegan dan mewah. Blazer model II menggunakan kain berwarna beige untuk
memberikan kontras yang menegaskan tampilan motif. Berdasarkan hasil analisis,
informan menunjukkan ketertarikan terhadap kedua produk karena dinilai unik,
bernilai estetis, sekaligus mampu meningkatkan apresiasi terhadap kerajinan lokal,
serta berpotensi memberikan kontribusi pada pengembangan ekonomi masyarakat
setempat.
Kata kunci: Motif Rama Rama, Pucuk Rebung, Blazer, Bordir
Local motifs from Aceh Singkil that hold high cultural value include the Rama Rama (butterfly) and Pucuk Rebung (bamboo shoot) motifs. The Rama Rama motif symbolizes transformation, beauty, and freedom, which are closely related to the life values of the Aceh Singkil community. Meanwhile, the Pucuk Rebung motif symbolizes growth and development, carrying the meaning of hope for the future. Thus far, both motifs have been widely applied to clothing, bags, and scarves, but their application on blazers as a fashion piece has not been found. This study aims to produce designs and the manufacturing process for blazers featuring the development of Rama Rama and Pucuk Rebung motifs through embroidery techniques, as well as to determine the appeal of the produced products. The research method used is applied experimentation with a qualitative approach. The research subjects consisted of one embroidery artisan and two private employees residing in Aceh Singkil. Data were collected through applied experiments and interviews, then analyzed using the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion drawing. The research results produced two blazer designs with different characteristics. Model I uses a navy blue fabric with the application of Rama Rama and Pucuk Rebung motifs on the front, back, and sleeves, highlighting an elegant and luxurious impression. Model II uses beige fabric to provide contrast that emphasizes the appearance of the motifs. Based on the analysis, the informants showed interest in both products because they were considered unique, aesthetically valuable, and capable of increasing appreciation for local crafts, as well as having the potential to contribute to the economic development of the local community. Keywords: Rama Rama Motif, Pucuk Rebung, Blazer, Embroidery
PERKEMBANGAN BENTUK MOTIF BORDIR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA BAET MESJID KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (JIHAN ALIFIA, 2023)
KEPADATAN POPULASI DAN KARAKTERISTIK HABITAT THALASSINA SCORPIONIDES (RAMA-RAMA) DI EKOSISTEM MANGROVE SUNGAI REULEUNG KECAMATAN LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR (ZULFIKAR, 2017)
KONSISTENSI PENERAPAN MOTIF PINTOE ACEH, MOTIF REUNCONG DAN MOTIF KUPIAH MEUKUTOP PADA KUPIAH ACEH PRODUKSI SINAR MUDA DESA BRANDANG BAYU KECAMATAN SYAMTALIRA BAYU KABUPATEN ACEH UTARA (Yuni Muzdalifah, 2016)
OPTIMALISASI PENGGUNAAN INPUT PADA PENGOLAHAN SIRUP DAN KUE PALA DI USAHA RAMA KABUPATEN ACEH SELATAN (Yovva Nofrizal, 2021)
PENERAPAN MOTIF ACEH PADA KERAJINAN BORDIR DI DESA LAMNGA KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR (Rosnidar, 2016)