<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1708943">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS STRUKTUR TARI PHO DI DESA KRUENG PANTO KECAMATAN KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Neli Samra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tari Pho, sebuah tarian tradisional yang berasal dari Desa Krueng Panto, Aceh Barat Daya, dulunya merupakan ekspresi ratapan atas kematian. Kini, tarian ini telah mengalami transformasi fungsi menjadi bagian penting dari upacara pernikahan, khitanan, dan hiburan rakyat. Analisis mendalam menunjukkan bahwa Tari Pho memiliki struktur gerak yang tersusun secara sistematis dan utuh, mulai dari elemen tubuh seperti kepala, tangan, badan, dan kaki. Analisis struktur ini mengungkap bahwa tarian ini terdiri dari unit-unit gerak yang saling berkaitan, mulai dari motif, frasa, kalimat, hingga gugus gerak. Secara spesifik, tarian ini memiliki 7 gugus, 14 kalimat, 49 frasa, dan 159 motif gerak. Temuan ini menegaskan adanya tata hubungan gerak yang teratur dan hierarkis. Analisis struktur Tari Pho memberikan pemahaman mengenai tata hubungan gerak hierarkis gramatikal dan sintagmatis yang membentuk koreografi padu serta selaras dengan iringan musik. Tata hubungan hierarkis gramatikal terlihat melalui penyusunan gerak yang disusun secara berurutan mulai dari motif, frase, kalimat, hingga rangkaian gerak utuh. Tata hubungan sintagmatis tampak pada keterkaitan antarunsur gerak yang terjalin berkesinambungan sehingga menghasilkan alur tarian runtut dan teratur. Keberadaan kedua pola tersebut menegaskan keteraturan struktur Tari Pho sebagai tarian tradisional yang memiliki nilai simbolis. Tata hubungan silih berganti  tidak ditemukan karena seluruh gerakan dilaksanakan secara serempak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tujuan mengungkap struktur Tari Pho sekaligus menjadi rujukan dalam pelestarian, pengembangan seni tradisi, dan literatur akademik seni pertunjukan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Analisis, Struktur, Tari Pho. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DANCING - CUSTOMS</topic>
 </subject>
 <classification>394.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1708943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 13:55:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-20 16:09:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>